Jawa

Kota Magelang Jadi Rujukan Belajar Pelatihan Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara

Kota Magelang jadi rujukan belajar para peserta Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) tingkat III angkatan XIX tahun 2019 dari Lembaga Administrasi Negara (

Kota Magelang Jadi Rujukan Belajar Pelatihan Kepemimpinan Lembaga Administrasi Negara
Istimewa
Peserta Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) tingkat III angkatan XIX tahun 2019 diterima Asisten III Sekda Kota Magelang, Taufik Nurbakin di Ruang Sidang Lantai 2 Setda Kota Magelang, Selasa (3/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kota Magelang jadi rujukan belajar para peserta Pelatihan Kepemimpinan (Latpim) tingkat III angkatan XIX tahun 2019 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Mereka ingin mempelajari beragam inovasi daerah yang berhasil dikembangkan oleh Kota Sejuta Bunga.

"Kami cari daerah yang cocok, maka kami memilih Kota Magelang sebagai tujuan benchmarking, mempelajari inovasi-inovasi yang telah diciptakan, serta bagaimana perubahan dan perbaikan yang dilakukan Pemkot Magelang itu bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat,” ujar Widyaswara Utama dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Suharyoto, Selasa (3/9) saat penerimaan diklat di Ruang Sidang Lantai II Setda Kota Magelang.

Suharyanto berharap, para peserta dapat meniru dan mengadopsi inovasi yang telah dilakukan Pemkot Magelang, termasuk meniru beragam prestasi yang sudah diraih kota di lereng Tidar ini.

Inovasi Terbaru Korlantas Mabes Polri, Luncurkan Smart SIM, Bisa Buat Belanja Hingga Bayar Tol

Mereka akan menyambangi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominsta), untuk belajar inovasi yang telah dihasilkan.

“Kami tertarik dengan berbagai inovasi yang diciptakan Kota Magelang, seperti Data Go, Pak Waris (Pelayanan Akta Kematian Lewat Whatsapp dan Gratis), Si Bahenol (Sistem Informasi Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Secara Online), dan ajang Krenova (Kreasi dan Inovasi),” jelasnya.

Suharyanto pun berharap peserta bisa mengambil best practice dari benchmarking ini.

"Kita di sini untuk belanja cerita sukses dari Kota Magelang untuk dapat diterapkan di daerah atau lembagi masing-masing. Harapannya ke depan dapat mengikuti suksesnya Kota Getuk ini,”

Kurang lebih ada 20 orang peserta yang berasal dari kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah yang ikut diklat ini.

Datangi Sumba Barat, Pemkot Magelang Promosikan UMKM dan Jalin Kemitraan UMKM

Asisten III Sekda Kota Magelang, Taufik Nurbakin menyambut secara terbuka para peserta Latpim tingkat III angkatan XIX tahun 2019 yang diadakan oleh LAN RI ini.

Hal ini menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan untuk promosi segela potensi yang ada.

“Kota Magelang itu kecil, hanya seluas sekitar 18,53 km2. Kita tidak punya sumber daya alam (SDA), maka kita mengandalkan sektor jasa, seperti pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan hospitality. Dengan andalan ini, PAD kita setiap tahun bisa mencapai sekitar Rp 200 miliar,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, ia mengajak para peserta untuk mengunjungi sejumlah tempat menarik dari wisata religi dan alam di Gunung Tidar, wisata edukasi di museum-museum dan Kebun Bibit Senopati, hingga wisata Kota Tua atau herritage.

“Manfaatkan kesempatan di Kota Magelang ini untuk berkunjung ke tempat-tempat menarik dan bersejarah. Bawa best practice-nya yang bisa diterapkan di daerah masing-masing,” imbuhnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved