Penertiban Tambak Udang di Selatan Bandara YIA, Bulan September Ini Pemkab Kulonprogo Bergerak Lagi

Kolam tambak akan dibongkar dan diratakan sebelum nantinya dilakukan penataan ulang lahan

Penertiban Tambak Udang di Selatan Bandara YIA, Bulan September Ini Pemkab Kulonprogo Bergerak Lagi
Tribun Jogja/ Singgih Wahyu Nugraha
Kondisi tambak-tambak udang di selatan Bandara YIA, belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Langkah pembongkaran kolam tambak udang di kawasan pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Temon, bakal kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam waktu dekat.

Inventarisasi kolam-kolam yang sudah dikosongkan masih terus dilakukan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, Sudarna, mengatakan pihaknya menargetkan pada pekan kedua September 2019 ini penertiban tambak bisa dilakukan lagi.

Kolam tambak akan dibongkar dan diratakan sebelum nantinya dilakukan penataan ulang lahan untuk pembangunan sabuk hijau (green belt) dalam mitigasi bencana sekaligus pelindung kawasan Bandara YIA.

Pembongkaran sebagian tambak sudah dilakukan Pemkab Kulon Progo pada akhir Juli 2019 lalu.

Saat itu ada sembilan kolam tambak yang diratakan karena sudah dikosongkan pemiliknya.

Adapun saat ini masih ada ratusan kolam yang masih beroperasi dan hingga akhir Agustus baru ada beberapa kolam yang sudah kosong.

"Dari pantauan kami, baru ada 7 kolam yang sudah kosong sedangkan yang masih beroperasi ada ratusan petak. Kita terus menginventarisi kolam yang sudah kosong untuk nanti diratakan. Targetnya, pekan pertama atau kedua di September sudah bisa perataan lagi,"kata Sudarna, Minggu (1/9/2019).

Pemkab Kulon Progo dalam hal ini telah mengeluarkan peringatan agar petambak segera mengosongkan lahan tersebut dan tidak menebar benih udang lagi.

Petambak yang sudah terlanjur menebar benih diberi waktu maksimal hingga Oktober 2019 untuk memanen udangnya dan setelah itu tak boleh tebar benih lagi.

Upaya penertiban akan dilakukan secara bertahap hingga batas waktunya tercapai dan seluruh tambak dikosongkan.

Sudarna memastikan bahwa pemerintah selalu mengupayakan langkah persuasif kepada petambak untuk menaati peraturan tersebut.

Pendekatan dan komunikasi terus digalang agar petambak dengan kemandiriannya bisa mengosongkan tambak sekaligus mengalihkan usahanya ke tempat lain yang sesuai zona peruntukan. (*)

Penulis: ing
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved