Kota Yogyakarta
Komunitas Punya Rumah Baru di Pasty
Keberadaan stand kuliner, baik makanan dan minuman juga menunjang aktivitas komunitas yang berkumpul di PMP.
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasty Movement Point (PMP) resmi dibuka, Jumat (30/8/2019) malam.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang disambut baik oleh puluhan komunitas yang terdaftar dalam PMP.
Tempat tersebut memiliki fasilitas di antaranya panggung, tribun, dan pusat kuliner.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono menjelaskan bahwa ide untuk menjadikan sebagian ruang di zona taman hias Pasty sebagai PMP muncul pada tahun lalu.
Pihaknya lantas menggandeng anak muda untuk menghimpun gagasan agar bisa menjadikan Pasty sisi barat tersebut secara optimal, yakni menjadi rumah komunitas untuk berkegiatan.
• Update Harga Burung di PASTY Yogyakarta Hari ini
"Bangunan yang sudah ada kita hias, kita perbaiki, termasuk di depan ada stasiun bangunan heritage itu kita jaga sekaligus jadi penarik," bebernya, saat sambutan pembukaan PMP.
Yunianto mengatakan, bahwa pengembangan Pasar Pasty menjadi PMP yang buka saat sore hingga malam hari setiap harinya masih belum optimal.
Misalkan skate park yang masih dalam tahap pembangunan di sisi depan serta pembenahan lampu agar lebih terang.
"Sekarang aktivitas numpuk di utara, baik keramaian dan kuliner. PMP dibangun agar di selatan ada ruang yang tak kalah menarik sehingga dapat memecah keramaian di utara," bebernya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan bahwa Pasty memiliki karakter yang berbeda bila dibandingkan dengan pasar tradisional lain yang ada di Kota Yogyakarta.
"Kita membangun pasar biayanya besar. Banyak pasar yang dibangun dengan biaya lebih dari Rp 10miliar. Bahkan Pasar Prawirotaman nanti lebih dari Rp 60miliar. Tapi fungsinya belum optimal, penggunaannya sebatas pagi-siang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ingin menerapkan pemanfaatan pasar secara optimal.
Tidak hanya pagi sampai siang, tapi sore dan malam pasar dihidupkan.
• Pasty jadi Tempat Berburu Tanaman Hias di Kota Yogyakarta
"Misalkan Pasty, kalau malam tidak hidup. Padahal potensinya besar, ada ikan hias dan tanaman hias. Kita ingin ada warna yang baru terhadap pengelolaan pasar. Kita ingin optimalisasi pasar jadi kebutuhan masyarakat dan tidak hanya menjadi keperluan dapur tapi kebutuhan batin orang datang ke pasar. Misalkan kalau orang datang ke Pasty itu ingin melepaskan passion," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-wali-kota-yogyakarta-heroe-poerwadi-saat-meresmikan-pasty-movement-point.jpg)