Travel

Menilik Keindahan dan Kekayaan Tradisi di Kampung Kuno di Sumba Barat, Kampung Adat Prai Ijing

Kampungnya pun indah, terletak di atas bukit yang dikelilingi alam yang masih asri dan alami, akan menyihir hati pengunjungnya.

Menilik Keindahan dan Kekayaan Tradisi di Kampung Kuno di Sumba Barat, Kampung Adat Prai Ijing
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Suasana Kampung Adat Prai Ijing, di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM - Ada sebuah desa kuno di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur yang mengandung berbagai keunikan.

Masyarakat di kampung adat tersebut masih memegang teguh adat dan tradisi dari nenek moyang yang sudah ada sejak ribuan tahun silam.

Kampungnya pun indah, terletak di atas bukit yang dikelilingi alam yang masih asri dan alami, akan menyihir hati pengunjungnya.

Adalah Kampung Adat Prai Ijing, di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Sebuah kampung adat dengan rumah adat Sumba yang masih asli, khas dengan menara di atasnya, kubur batu, dan masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Prai sendiri berarti kampung. Ijing artinya kedondong hutan. Kampung ini dinamakan seperti itu karena dulunya banyak kedondong hutan tumbuh di sini.

Rumah adat yang ada di Kampung Prai Ijing dinamakan Uma Mangu Toko.

Uma yang berarti rumah, Mangu itu punya, dan Toko itu menara, sehingga bisa diartikan Rumah yang Memiliki Menara.

Semula terdapat 44 buah rumah, tetapi kini jumlahnya berkurang menjadi 32 rumah sejak kebakaran yang melanda tahun 2000 silam, rumah belum dibangun lagi.

Halaman
1234
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved