Asal Usul Tapa Bisu Mengelilingi Benteng Kraton, Tradisi Tiap Malam 1 Suro di Yogyakarta

Tapa bisu adalah tradisi yang dilakukan oleh Abdi Dalem Kraton Yogyakarta yang digelar setiap malam 1 Suro

Asal Usul Tapa Bisu Mengelilingi Benteng Kraton, Tradisi Tiap Malam 1 Suro di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Prosesi mubeng beteng diawali dari komplek Kraton Yogyakarta, Selasa (11/9/2018). 

Kiri dalam bahasa Jawa berarti Kiwo.

Dalam Tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng, sejumlah abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat membawa klebet (bendera). Jumat (22/9/2017) dini hari.
Dalam Tradisi Lampah Budaya Mubeng Beteng, sejumlah abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat membawa klebet (bendera). Jumat (22/9/2017) dini hari. (tribunjogja/yudha kristiawan)

Menurut Wijoyo, tujuan Mubeng Beteng adalah ngiwake atau membuang hal-hal buruk.

"Selama berjalan mengitari beteng, warga harus dalam posisi Tapa Bisu. Tidak boleh berbicara dan melakukan hal negatif. Fokusnya adalah permohonan pada yang Mahakuasa," papar Wijoyo.

Mengingat tradisi ini masih dianggap sakral dan menarik, tak heran jika ribuan orang rela ikut berjalan kaki.

Sejarah Malam 1 Suro

Nama lain malam 1 Suro adalah malam 1 Muharam dalam penanggalan Hijriyah atau Islam.

Ihwal ini tak terlepas soal penanggalan Jawa dan kalender Hijriah yang memiliki korelasi dekat.

Khususnya sejak zaman Mataram Islam di bawah Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645).

Ratusan warga mengikuti ritual Topo Bisu Mubeng Benteng di komplek Keraton Yogyakarta, Sabtu (25/10/2014) dini hari.
Ratusan warga mengikuti ritual Topo Bisu Mubeng Benteng di komplek Keraton Yogyakarta, Sabtu (25/10/2014) dini hari. (Tribun Jogja/Santo Ari)

Penanggalan Hijriyah memang di awali bulan Muharam. Oleh Sultan Agung kemudian dinamai bulan Suro.

Kala itu Sultan Agung berinisiatif mengubah sistem kalender Saka yang merupakan kalender perpaduan Jawa asli dengan Hindu.

Sultan terbesar Mataram tersebut lantas memadupadankan kalender Saka dengan penanggalan Hijriyah.

Halaman
1234
Penulis: mon
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved