Mengaku Tak Punya Ongkos Pulang, Pemuda Asal Sumedang Curi Puluhan Handphone di Bantul

Satu pelaku bernama Asep kemudian masuk ke dalam konter dengan cara memanjat atap dan membobol eternit.

Mengaku Tak Punya Ongkos Pulang, Pemuda Asal Sumedang Curi Puluhan Handphone di Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, didampingi Kasubag Humas Polres Bantul, AKP Sulistyaningsih, menunjukkan pelaku dan barang bukti kejahatan di Mapolres Bantul, Rabu (28/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Asep Mulyana, warga Sumedang Jawa Barat tertunduk lesu ketika digiring petugas di Mapolres Bantul.

Pemuda berusia 25 tahun itu terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran aksi nekatnya menggasak puluhan handphone di sebuah konter di Jalan Wates kilometer 3.5 Kasihan, Bantul.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya, mengatakan kronologi pencurian bermula ketika pelaku dengan seorang temannya, EKS, pulang dari Surabaya menggunakan sepeda motor pada 18 Juli 2019.

Mereka pulang dari Surabaya melintas di Jalan Wates, Bantul.

Di tengah perjalanan, keduanya saat itu mengaku tidak memiliki ongkos, kemudian melihat ada sebuah konter handphone.

Tak pikir panjang, satu pelaku bernama Asep kemudian masuk ke dalam konter dengan cara memanjat atap dan membobol eternit.

"Handphone yang dibawa kabur kurang lebih 50 handphone. Kerugian sekitar Rp67 juta," kata dia, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Rabu (28/8/2019).

Riko melanjutkan, puluhan handphone yang berhasil dibawa kabur, oleh pelaku kemudian dijual kepada orang-orang yang ditemui di sepanjang perjalanan menuju Jawa Barat.

Satu handphone dijual dengan kisaran harga Rp300 ribun - Rp800 ribu.

"Uang dari hasil penjualan dipakai oleh pelaku untuk ongkos pulang dan kebutuhan sehari-hari," tuturnya.

Setelah buron selama satu bulan lebih, pelaku Asep akhirnya berhasil dibekuk di Bandung, Jawa Barat dalam operasi penangkapan tim Resmob yang dipimpin oleh Iptu Supriyadi.

"Satu pelaku kita tangkap di Bandung Jawa Barat. Satu pelaku atas nama EKS masih DPO," kata dia.

Dari tangan pemuda bertato itu, petugas menyita barang bukti sejumlah handphone yang diduga merupakan hasil pencurian.

Atas perbuatannya, Asep dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan.

Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved