Menilik Relief Lombaan Burung Garuda dan Kura-kura di Obyek Wisata Candi Sojiwan

Candi Sojiwan berada di Kabupaten Klaten, tapi lokasinya tak begitu jauh dari Candi Prambanan yang berada di wilayah perbatasan DIY dan Jateng.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Mona Kriesdinar
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Candi Sojiwan 

Menilik Relief Lombaan Burung Garuda dan Kura-kura di Obyek Wisata Candi Sojiwan

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Apakah Anda sudah merencanakan liburan akhir pekan nanti? Jika sudah obyek wisata mana yang masuk dalam daftar kunjungan?

Yogyakarta memang memiliki begitu banyak obyek wisata, dari mulai obyek wisata alam, obyek wisata sejarah hingga obyek wisata bertema pendidikan.

Di kelompok obyek wisata sejarah, Anda tak akan kehabisan daftar kunjungan wisata lantaran terdapat begitu banyak museum, candi dan situs bersejarah lainnya.

Kisah di Balik Arca-arca Besar Maha Rsi Agastya dan Ganesha di Situs Gepolo Prambanan

Nah soal candi, bisa saja Anda terpaku pada candi-candi besar yang sudah terkenal semisal Candi Prambanan.

Padahal masih banyak candi lainnya yang mungkin menarik minat Anda.

Sebut saja salah satunya Candi Sojiwan.

Candi ini sebenarnya berada di Kabupaten Klaten, tapi lokasinya tak begitu jauh dari Candi Prambanan yang berada di wilayah perbatasan DIY dan Jateng.

Kisah di Balik Penemuan The Lost Ganesha dan Lenyapnya Kampung Gepolo di Prambanan

Candi ini terletak berada Dukuh Kalongan, Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Candi Sojiwan merupakan salah satu monumen dari Dinasti Mataram Kuno yang dibangun sekitar abad VIII-X Masehi.

Candi Sojiwan didirikan sebagai bentuk penghormatan dari Raja Balitung (Dinasti Syailendra) untuk neneknya yang bernama Nini Haji Rakryan Sanjiwana yang beragama Budha.

Hal tersebut berdasar prasasti Rukam yang 829 Saka/ 907 Masehi. Candi ini bergaya arsitektur Jawa Tengah, terdiri atas tiga bagian, kaki atau dasar, tubuh candi, dan atap candi Sojiwan.

Kalender Wisata di Candi Prambanan, Ratu Boko dan Borobudur

Kompleks candi ini memiliki luas 8.140 meter persegi, dengan bangunan utama berukuran 401,3 meter persegi dan tinggi 27 meter. Candi ini menghadap ke barat.

Ditemukan pula arca dwarapala yang sudah rusak yang kini tersimpan di pos penjagaan di kompleks candi ini.

Pada kaki candi ini terukir relief fabel kisah satwa Jataka yang mengelilingi kaki candi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved