Gunungkidul
Puluhan Sekolah Semarakan Karnaval Pesona Budaya Sekolah di Gunungkidul
Siswanto mengatakan, sebagai warga DIY yang memiliki keistimewaan, haruslah siap dalam melestarikan budaya, satu diantaranya adalah dengan menggelar k
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribunjogja, Wisang Seto Pangariwibowo
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selama 10 tahun terakhir tak ada karnaval di Kecamatan Wonosari.
Namun pada Senin (26/8/2019) Kecamatan Wonosari mengadakan karnaval Pesona Budaya Sekolah yang dilakukan di jalan Brigjen Katamso tepat di depan Pasar Argosari.
Karnaval ini juga untuk menyemarakkan hari kemerdekaan RI ke-74.
Ratusan warga Wonosari terlihat sudah memadati di sepanjang jalan sejak siang hari.
Karnaval dimulai pada pukul 13.30 dimana pada baris pertama rombongan karnaval adalah kepala sekolah yang ada di Kecamatan Wonosari.
Mereka mengenakan pakaian tradisional jawa lengkap dengan caping.
• Naga dan Ogoh-ogoh Raksasa Ramaikan Karnaval Kemerdekaan di Kulon Progo
Rombongan kepala sekolah diikuti oleh para pelajar dimana kebanyakan dari mereka menampilkan drum band dan tarian-tarian tradisional.
Camat Wonosari, Siswanto mengungkapkan, acara karnaval seperti siang ini sudah sering diminta oleh warga Kecamatan Wonosari.
Karena berbagai hal mereka kesulitan untuk menggelar sebuah tontonan untuk masyarakat.
"Kali ini kami mengajak sekolah-sekolah total 31 sekolah dan ternyata mereka siap untuk menggelar karnaval ini. Selain itu pada karnaval ini bertema Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia maju," katanya.
Menurutnya dalam karnaval kali ini juga mengangkat budaya sekolah.
Sebab, banyak sekali budaya sekolah yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
"Saat karnaval seperti ini budaya sekolah tidak hanya tari-tarian saja tetapi juga mengangkat kedisiplinan, ketaatan terhadap orangtua. Selain itu tujuan kami adalah untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan patriotisme kepada generasi muda," jelasnya.
• Karnaval Pembangunan di Magelang Tumbuhkan Semangat Kebangsaan
Siswanto mengatakan, sebagai warga DIY yang memiliki keistimewaan, haruslah siap dalam melestarikan budaya, satu diantaranya adalah dengan menggelar karnaval budaya seperti pada hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kumpulan-kepala-sekolah-saat-mengikuti-karnaval-pesona-budaya-sekolah.jpg)