Kulon Progo

Naga dan Ogoh-ogoh Raksasa Ramaikan Karnaval Kemerdekaan di Kulon Progo

Karnaval ini digelar Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk menyemarakkan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia.

Naga dan Ogoh-ogoh Raksasa Ramaikan Karnaval Kemerdekaan di Kulon Progo
Istimewa
Suasana Karnaval Budaya Semarak Merdeka di kawasan Alun-alun Wates, Minggu (25/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Replika naga hijau raksasa sepanjang 250 meter memeriahkan Karnaval Budaya Semarak Merdeka di kawasan Alun-alun Wates, Minggu (25/8/2019).

Karnaval ini digelar Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk menyemarakkan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia.

Naga hijau raksasa itu merupakan hasil kreativitas warga Desa Tayuban, Kecamatan Panjatan.

Ukuran naga yang diberi nama Witis ini memang tak bisa dibilang biasa sehingga dibutuhkan tenaga dari ratusan orang untuk membawanya saat pawai.

Biaya pembuatannya pun tak bisa dibilang sedikit yakni Rp50 juta hasil swadaya masyarakat.

Karnaval Pembangunan di Magelang Tumbuhkan Semangat Kebangsaan

"Naga ini simbol semangat kebersamaan warga dan mereka bergotong royong menyiapkannya ini selama dua bulan. Idenya sejak 2018 lalu untuk karnaval budaya,"jelas Kepala Desa Tayuban. Muhammad Abdurrahman Wiyono di sela acara.

Selain naga raksasa, ada juga peserta lain yang menampilkan ogoh-ogoh atau replika sosok raksasa setinggi 8 meter.

Atraksi teatrikal ogoh-ogoh ini ditampilkan warga Desa Triharjo, Wates dengan mengambil narasi kisah pasi ireng atau garuda hitam dalam kultur Bali. 

"Kami lakukan persiapan sejak tiga bulan terakhir. Pembuatan ogoh-ogoh setidaknya memakan biaya Rp16 juta,"kata ketua rombongan Triharjo, Restu Nur Prasetya.

Tarian Garuda Nusantara Tutup Karnaval Budaya Desa Grabag

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Untung Waluyo mengatakan karnaval diikuti sekitar 41 tim peserta dari berbagai kalangan.

Mulai dari karang taruna, desa, kecamatan, sekolah, hingga instansi pemerintahan dan swasta.

Acara ini mengambil rute mulai Lapangan Pengasih, penampilan di Alun-alun Wates, dan berakhir di Gedung Kesenian. 

"Karnaval ini untuk memberi kesempatan masyarakat berperan aktif melestarikan budaya bangsa sekaligus mendidik jiwa patriot,"kata Untung.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved