Travel

Museum Taman Tino Sidin, Merawat Semangat 'Sang Guru Gambar'

Pak Tino dengan ciri khas sederhana, kacamata dan topi baret pada zaman itu menjadi ikon tersendiri akan eksistensi jiwa seni bagi anak-anak.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Gambar dan karya lukis Tino Sidin yang ada museum taman Tino Sidin, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bagi anak-anak generasi era 80 atau 90-an, nama Tino Sidin atau biasa disapa Pak Tino tentu tidak asing lagi di telinga.

Sosoknya bagaikan legenda yang menggugah semangat anak-anak menggambar.

Pak Tino dengan ciri khas sederhana, kacamata dan topi baret pada zaman itu menjadi ikon tersendiri akan eksistensi jiwa seni bagi anak-anak.

Kehadiran Pak Tino sebagai pelukis [tahun 1925- 1995] selalu ditunggu-tunggu kala itu, melalui tayangan "Gemar Menggambar" yang ditayangkan stasiun TVRI.

Sosoknya sebagai guru menjadi inspirator dan melekat di hati anak-anak yang pernah menjadi "murid visualnya."

Resmi, Pameran Sketsa Batara Lubis Dibuka di Museum Taman Tino Sidin

Generasi sekarang atau biasa dikenal generasi millenial nama Tino Sidin mungkin cukup asing.

Karena itu, museum Taman Tino Sidin sejak dua tahun lalu resmi dibuka.

Museum yang terletak di jalan Tino Sidin 297 Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan Bantul itu memamerkan beragam memorabilia, buku-buku gambar hingga puluhan karya langsung dari Pak Tino.

Pengunjung akan diajak bernostalgia menyelami kembali semangat "sang guru gambar".

Menariknya, museum taman Tino Sidin memiliki konsep yang berbeda dibandingkan museum pada umumnya.

Disamping sebagai galeri yang memajang ratusan karya seni, museum itu juga didesain seperti rumah dan taman.

"Museum ini memang sengaja dikonsep seperti kita berkunjung ke rumah Pak Tino," kata Safi Diawati, Edukator Museum taman Tino Sidin, ditemui Jumat (23/8/2019).

Mendikbud Berharap Akan Muncul Tino Sidin Baru di Indonesia

Di sana,--di museum taman Tino Sidin--terdapat ratusan karya lukis, buku-buku dan barang-barang peninggalan Pak Tino.

Bangunan museum juga dikonsep selayaknya rumah.

Lantai dua papan kayu dengan sejumlah ruangan.

Safi memandu memperlihatkan satu persatu sejumlah barang pribadi peninggalan Pak Tino.

Umumnya semua masih terjaga dengan baik.

"Pak Tino itu dekat dengan siapapun. Termasuk dengan Soekarno dan Soeharto," kata Dafi, mengawali cerita.

Untuk meyakinkan, ia menunjukkan salah satu lembaran nota sebagai bukti kedekatan antara Pak Tino dan Presiden Indonesia kedua itu.

Menuju ruangan lain, terletak dipojok dibawah tangga, Safi menunjukan sejumlah barang-barang pribadi Pak Tino yang lain.

Disana terdapat kacamata, topi baret, jam tangan, Kartu tanda penduduk, kartu pers hingga tasbih.

Selain dikenal sebagai pelukis dan guru gambar, "Pak Tino juga ahli kebatinan," katanya.

Mendikbud Resmikan Museum Taman Tino Sidin di Bantul

Disana memang ada tasbih berukuran cukup besar.

Namun yang membuat tertarik, Tino Sidin ternyata pernah juga menjadi seorang wartawan.

Ada kartu pers bertuliskan wartawan Suluh Marhaen.

"Pak Tino memang suka untuk menjadi apa saja yang dia bisa," ujar Safi.

Menuju lantai dua, terpampang sejumlah karya.

Mulai dari sketsa hingga seni lukis.

Di pojok ruangan ada gambar diri Pak Tino bersama murid-muridnya.

"Beliau pernah juga ngajar gambar di Brunai Darussalam," kata Safi, lalu tangannya menunjukan sejumlah foto-foto.

Menurut Safi yang paling berkesan dari Almarhum Pak Tino adalah sosok yang sangat menghargai karya.

Sepanjang mengajari dan melihat gambar anak-anak, Pak Tino, menurut dia, selalu bilang "Ya Bagus!"

Anak-anak oleh Pak Tino diajari bagaimana menggambar berbagai bentuk dengan mudah, hanya dari huruf dan angka.

"Misalnya angka dua bisa dibuat bentuk angsa. Huruf B menjadi bentuk burung," terangnya.

Lukisan karya Pak Tino macam-macam, ada gadis naik kuda, bunga dan boneka hingga Bujang Ganong.

Dari semua karya lukis yang terbesar ada di museum taman Tino Sidin berjudul Jaka Tarub.

Lukisan tersebut disimpan di lantai dua, di ruang diskusi dan workshop seni.

Bagi yang ingin berkunjung, museum taman Tino Sidin buka setiap hari Senin - Sabtu.

Dibuka mulai dari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB.

"Hari Minggu kami tutup," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved