ADVERTORIAL
MocoSik, Pameran Seni Lini Masa Sastra
Pada penyelenggaraan tahun ketiga ini, ruang pameran seni akan kembali dihadirkan di antara panggung musik dan bangku obrolan literasi.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Sebagaimana pergelaran MocoSik di tahun kedua, pada penyelenggaraan tahun ketiga ini, ruang pameran seni akan kembali dihadirkan di antara panggung musik dan bangku obrolan literasi.
Yogyakarta yang menjadi satu dari beberapa kota seni rupa terpenting di Indonesia memungkinkan ruang MocoSik juga mendapatkan sentuhan seni dalam momen ini.
“Tema ruang pameran seni MocoSik tahun ini adalah Lini Masa Sastra Indonesia: Lama-Kini,” terang Bakkar Wibowo selaku Co-founder MocoSik pada Tribunjogja.com.
IA menerangkan, Indonesia tidak hanya dibangun lewat adu kuat bedil, tetapi juga ide.
• Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet
Dengan sastra, dengan teks, Indonesia yang telah kita proklamasikan pada Agustus 1945 lalu ini pun kemudian lahir.
Karena bersifat kilas balik, pameran seni mengingat tonggak-tonggak penting “Ide Indonesia” ini juga didukung sejumlah diskusi, antara lain perihal pendokumentasian dan bagaimana para akademisi dari luar negeri jatuh hati pada (ide) Indonesia.
“Kita menggelar selama tiga hari buku-buku lawasan sastra/humaniora dan artefak-artefak dunia musik masa lalu. Kita menggandeng komunitas yang selama ini bermain di buku-buku klasik dan juga Record Store yang berbasis di Yogyakarta,” tutur Bakkar Wibowo.
“Awal Agustus, ratusan kelompok penerbit yang menjadi peserta pameran besar MocoSik membuka loket tiket presale dengan menampilkan buku-buku produksi di akun media sosial masing-masing. Buku-buku dari penerbit peserta yang bertanda TIKET BUKU MOCOSIK itulah yang bakal menjadi bukti memasuki panggung konser musik yang seru,” jelas Hinu OS, seorang penanggung jawab pameran buku MocoSik.
Lebih terperinci, Hinu menjelaskan harga tiket presale adalah Rp 75.000 (berlaku satu hari).
• Sajian Buku dan Musik MocoSik Kembali Dihelat di JEC 23-25 Agustus
Tiket buku tersebut bisa didapatkan di penerbit-penerbit yang tercatat sebagai peserta.
“Jika buku yang dibeli memiliki nominal Rp 150 ribu, misalnya, berarti bisa mendapatkan dua tiket. Terserah pembeli, apakah tiket untuk pertunjukan hari pertama, kedua, dan ketiga. Soal pengiriman buku sampai ke rumah pembeli, mekanismenya diserahkan sepenuhnya kepada penerbit yang bersangkutan,” jelas Hinu.
Harga presale akan dilayani sampai 20 Agustus mendatang.
Selepas 20 Agustus, berlaku harga on the spot senilai Rp 85.000.
Tiket Buku MocoSik mulai dijual secara online pada Sabtu 3 Agustus 2019, pukul 11.59 WIB, melalui www.tiketapasaja.com dan penerbit-penerbit yang ikut dalam MocoSik Festival.
Lebih jauh, Hinu menjelaskan, pameran MocoSik menampilkan hampir satu juta eksemplar buku di Hall Besar JEC dengan diikuti 120 peserta dari kelompok penerbitan se-Indonesia, baik berstatus penerbit mayor maupun independen/komunitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/anas-syahrul-alimi-dan-kawan-kawan-saat-menghadiri-konferensi-pers-festival-mocosik.jpg)