Kisah Kaesang Rintis Usaha Sang Pisang, Pantang Pakai Nama Jokowi dan Rela Angku-angkut di Pasar
Ansari atau yang kerap disapa Ari (29) bercerita, awal mula membangun bisnis Sang Pisang bersama Kaesang bukanlah sesuatu yang mudah.
Adapun Kaesang mau membangun bisnis bersama Ari karena Kaesang percaya pada perjuangannya selama ini.
Terlebih, Ari punya pengalaman di bidang sales dan marketing yang banyak meraih penghargaan di tempat dia bekerja dulu.
Karena keahliannya, Ari cepat naik jabatan. Mulai Bisnis Berdua Awal mula bisnis bersama Kaesang, Ari dan Kaesang mencoba berbagai cara untuk menghasilkan produk kuliner yang disukai lidah orang Indonesia.
"Kami coba dari Juni-Juli 2017. Pisangnya sempat berubah jadi warna hitam, gosong. Sampai September 2017 akhirnya jadi nugget tapi kayak sandal jepit," katanya.
Dari situ, Kaesang berpikir jalan satu-satunya adalah keliling melihat sekitar, bangun relasi dengan tukang pisang, riset, survei, dan men-develop.
Tempat yang pertama dikunjungi Ari dan Kaesang adalah rumah ibunya di Makassar.
Di tangan ibunya, pisang yang selama ini gagal berhasil dalam semalam.
"Saya sadar, ternyata selama ini saya usaha belum minta restu sama ibu saya. Sama ibu saya dalam semalam jadi pisang itu, bagus," ungkapnya.
Kemudian, resep dari ibu diolah lagi hingga menjadi resep pisang andalan Sang Pisang. Ari dan Kaesang akhirnya patungan modal masing-masing Rp 15 juta untuk membangun booth pertama di Cempaka Mas.
"November 2017 kami launching toko pertama di Cempaka Mas. Orang antre panjang, 300 boks abis dalam 1 jam. Karena permintaan tinggi, kami tambah 4 cabang. Akhirnya, saya tambah karyawan, sosmed kami kembangkan pakai tenaga ahli, mulai bangun customer base, dan bikin kantor kecil-kecilan," papar Ari.
Ari mengatakan, perjuangan ini tak lepas dari perjuangan Kaesang pula. Pasalnya, Kaesang sama sekali tak mau menggunakan segalanya yang berhubungan dengan notebene "anak presiden".
Pun dia menyamar saat membeli dan mengangkat pisang di pasar tradisional.
"Toko pertama kita itu, aku sama Kaesang yang desain-desain. Jadi bisnisnya berkembang karena dia anak presiden, itu salah," kata Ari.
Hingga saat ini, karyawan Sang Pisang berjumlah 1.500 orang. Bisnis pun telah memiliki 73 toko, dengan lokasi penjualan tertinggi berada di Malang, Bali, dan Jakarta.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Ansari Bangun Bisnis Bareng Kaesang dan Kini Punya 1.500 Karyawan"