Kulon Progo
Tol Yogya-Cilacap Disinergikan dengan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kulon Progo
Tol Yogya-Cilacap Disinergikan dengan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kulonprogo
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta -- Rencana pembangunan jalur tol Yogya-Cilacap hingga kini masih melewati beberapa pertimbangan. Selain tidak boleh membelah kawasan aerotropolis, posisi jalur ini juga akan ditetapkan dengan rencana pemindahan pusat perkantoran Kabupaten Kulonprogo.
"Memang (jalur tol) jangan membelah atau memisahkan kawasan aerotropolis. Kalau konsisten bisa dibangun di sisi utara rel kereta api, " jelas Sekda DIY, Gatot Saptadi, kepada Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.
Beberapa pertimbangan dalam pembahasan jalan tol Yogya-Cilacap ini diantaranya adalah terkait dengan potensi pemisahan kawasan aerotropolis. Hal ini tentunya bertentangan dengan konsep pengembangan yang tengah digalakkan saat ini.
"Jadi bahasa pembelahan ini artinya ada pemisahan pusat aerotropolis. Artinya jelas, lagi dibangun dan baru mau dieksplor tetapi malah terdampak jalan tol, " paparnya.
Adapun terkait dengan rencana pemindahan pusat perkantoran Pemda Kulonprogo, sangat terkait dengan rencana tol ini. Jalur tol ini nantinya akan disesuaikan dengan rencana pemindahan pusat perkantoran Pemkab Kulonprogo.
"Jadi difixkan (ditetapkan) dengan rencana pemindahan perkantoran di Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Saat ini di belakang pasar dan di dekat rel yang menjadi pusat keramaian dan menumpuk di situ, " ujar Gatot.
Dia menyebutkan, kemungkinan pusat perkantoran ini akan digeser di sebelah timur Kota Wates. Di salah satu desa di Kecamatan Pengasih, dimungkinkan letak pusat perkantoran Pemda Kulonprogo nantinya berada.
"Kalau tidak salah di sana (Pengasih). Tetapi, rencana ini pastinya yang mengetahui Pemda setempat, " katanya.
Disinggung mahal atau tidaknya tol di kawasan Kulonprogo ini tergantung pada konstruksi bangunan. Jika dibuat melayang, maka, biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi. Sementara, jika dibangun atgrade maka akan menelan biaya relatif murah.
"Yang perlu pikirkan juga adalah rumah sakit berstandar internasional. Proyek ini harus dibuat secara detail sekali, " ulasnya.
Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo menjelaskan, persoalan membelah Kota Wates ini menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan tol Yogya-Cilacap. Menurut Budi, ada juga usulan untuk menggeser jalur tol di utara Kota Wates.
Hanya saja, persoalan ini adalah terkait dengan biaya yang cukup mahal. Hal yang paling penting, paparnya, adalah jalan tol tersebut melewati pinggir kawasan aerotropolis.
“Intinya, jangan sampai membelah kawasan aerotropolis. Konstruksinya bisa elevated ataupun artgrade,” jelasnya.
Budi menambahkan, pembangunan akses tol tersebut diharapkan juga bisa sinergis dengan pembangunan jalur kereta api. Sehingga, penumpang pesawat melalui bandara YIA akan lebih mudah mendapatkan akses dan moda transportasi.
“Perlu juga segera dibangun jalur kereta api dari Kedundang-Bandara-Tugu dan ada monorail ke bandara. Kalau tidak ada maka masyarakat sangat berat perjalannya dari YIA ke Kota Yogya,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jalan-tol-yogyakarta-cilacap-tak-boleh-belah-kota-wates-kulon-progo.jpg)