Kulon Progo

Tol Yogya-Cilacap Disinergikan dengan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kulon Progo

Tol Yogya-Cilacap Disinergikan dengan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kulonprogo

Tol Yogya-Cilacap Disinergikan dengan Pemindahan Pusat Pemerintahan Kulon Progo
GoogleMaps
Kota Wates Kulon Progo Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta -- Rencana pembangunan jalur tol Yogya-Cilacap hingga kini masih melewati beberapa pertimbangan. Selain tidak boleh membelah kawasan aerotropolis, posisi jalur ini juga akan ditetapkan dengan rencana pemindahan pusat perkantoran Kabupaten Kulonprogo.

"Memang (jalur tol) jangan membelah atau memisahkan kawasan aerotropolis. Kalau konsisten bisa dibangun di sisi utara rel kereta api, " jelas Sekda DIY, Gatot Saptadi, kepada Tribunjogja.com beberapa waktu lalu.

Beberapa pertimbangan dalam pembahasan jalan tol Yogya-Cilacap ini diantaranya adalah terkait dengan potensi pemisahan kawasan aerotropolis. Hal ini tentunya bertentangan dengan konsep pengembangan yang tengah digalakkan saat ini.

"Jadi bahasa pembelahan ini artinya ada pemisahan pusat aerotropolis. Artinya jelas, lagi dibangun dan baru mau dieksplor tetapi malah terdampak jalan tol, " paparnya.

Adapun terkait dengan rencana pemindahan pusat perkantoran Pemda Kulonprogo, sangat terkait dengan rencana tol ini. Jalur tol ini nantinya akan disesuaikan dengan rencana pemindahan pusat perkantoran Pemkab Kulonprogo.

"Jadi difixkan (ditetapkan) dengan rencana pemindahan perkantoran di Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Saat ini di belakang pasar dan di dekat rel yang menjadi pusat keramaian dan menumpuk di situ, " ujar Gatot.

Dia menyebutkan, kemungkinan pusat perkantoran ini akan digeser di sebelah timur Kota Wates. Di salah satu desa di Kecamatan Pengasih, dimungkinkan letak pusat perkantoran Pemda Kulonprogo nantinya berada.

"Kalau tidak salah di sana (Pengasih). Tetapi, rencana ini pastinya yang mengetahui Pemda setempat, " katanya.

Disinggung mahal atau tidaknya tol di kawasan Kulonprogo ini tergantung pada konstruksi bangunan. Jika dibuat melayang, maka, biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi. Sementara, jika dibangun atgrade maka akan menelan biaya relatif murah.

"Yang perlu pikirkan juga adalah rumah sakit berstandar internasional. Proyek ini harus dibuat secara detail sekali, " ulasnya.

Halaman
123
Penulis: ais
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved