Otomotif

Yamaha DT 100, Motor Trail Lawas yang Masih Jadi Primadona

Yamaha DT 100, Motor Trail Lawas yang Masih Jadi Primadona Yamaha DT 100, Motor Trail Lawas yang Masih Jadi Primadona

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Yamaha DT 100 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Motor trail terus mendapat tempat di hati para pecinta otomotif tanah air.

Deretan motor trail lawas juga masih menjadi buruan para pehobi motor trail hingga para kolektor motor klasik.

Sebut saja ada Kawasaki KX 100, Suzuki TS100, Honda XL100 hingga Yamaha DT 100.

Motor yang terakhir disebut adalah salah satu yang kerap terlihat mengaspal di jalanan kota Yogyakarta.

Yamaha DT 100 masih menjadi satu primadona motor trail lawas di kelasnya. Motor ini beredar di era tahun 70 hingga 80 and di Indonesia.

Nandar, salah satu pecinta motor trail lawas menjelaskan, sejak masuk Indonesia tahun 70 an, motor trail ini langsung menjadi primadona saat itu.

Museum Sandi Sajikan Jejak Perkembangan Dunia Intelejen Indonesia

Selain bentuknya yang gagah, motor ini juga relevan dengan kondisi jalanan pada saat itu.

"Motor Yaman DT100 ini makin populer ketika mulai muncul di beberapa film layar lebar kala itu. Bisa dibilang jadi ikon motor trail yang memang tangguh di segala medan ini," kata Nandar.

Nandar sendiri pernah merasakan asiknya merawat dan mengendarai motor Yamaha DT100 pabrikan tahun 1978.

Motor ini dibekali mesin berkapasitas 100 CC. Untuk ukuran motor trail saat ini memang dirasa kurang bertenaga.

Namun jangan salah, dengan didukung mesin overbore dan karburator mikuni,mampu menghasilkan tenaga hingga 7500 rpm.

Bermodal 5 percepatan,motor Yamaha DT100 Enduro ini mampu menjawab tantangan membawa beban di medan berat.

Menuangkan Ide Menjadi Sebuah Buku

Untuk kelistrikan dan pengapian, motor Yamaha DT 100 Enduro ini masih menggunakan tipe platina.

Kick stater masih menjadi andalan motor ini menyesuaikan teknologi kala itu. Motor ini menggunakan oli samping dan dibekali tangki BBM berkapasitas sekitar 7 liter.

"Untuk ground clearance Taman DT100 Enduro sudah sangat relevan dengan kondisi jalan saat itu. Untuk kondisi jalan saat ini tak ada masalah. Yamaha DT 100 menjadi motor trail yang legendaris karena dari semua sisi baik desain maupun tenaga sangat baik," ujar Nandar.

Sementara itu di bagian roda, pabrikan Yamaha membekali Yamaha DT 100 dengan velg berukuran 21" dan ban berukuran 275" untuk bagian depan, sedangkan bagian belakang velg berukuran 18" dengan velg berukuran 300".

Tips Perawatan Motor Trail Lawas

Merawat motor trail lawas memang butuh ketekunan. Terutama merawat mesin karena sudah berusia puluhan tahun. Namun bukan berarti merawat bodi motor tidak kalah penting.

Perawatan bodi penting dilakukan apalagi dengan bodi motor trail lawas yang rata rata masih terbuat dari besi.

Ada baiknya membersihkan rutin setiap hari sebelum dan setelah pemakaian agar bodi terawat, enak dipandang dan menghindari korosi.

Perawatan bodi bisa dilakukan dengan cukup membersihkan dengan lap basah dan lap kering. Lalu bisa dengan pemoles cara agar cat terlindungi dari cuaca yang bisa membuat korosi datang lebih dini.

Setelah bodi, perawatan mesin adalah wajib. Terutama oli, aki dan busi. Sebaiknya selalu mengecek oli sesering mungkin agar kualitas oli yang digunakan tetap terjaga dan baik untuk mesin motor yang tergolong sudah usang.

Karsha Merilis Single 0/10 Merespon Kondisi Titik Nadir

Misalnya, bila motor trail keluaran pabrik terbaru setiap 2000 km ganti oli, sebaiknya trail lawas lebih cepat dari pada itu, misal di angka 1000 km atau 1500 km.

Bagian tak kalah penting adalah karburator motor dan busi. Seringkali motor mengalami macet tak mau dinyalakan lantaran busi basah oleh BBM.

Ada baiknya di dalam jok motor menyediakan busi cadangan agar bila sewaktu waktu ngadat bisa segera diganti.

Jangan lupa lakukan servis berkala di bengkel kepercayaan masing masing agar selalu mengerti kondisi motor trail lawas yang dikendarai sehingga saat berkendara mendapatkan kenyamanan karena semua bagian motor bekerja dengan maksimal. (Tribunjogja I Yudha Kristiawan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved