Yogyakarta

Semakin Langka, POCIL Ingin Budaya Bersepeda di Yogya Kembali Hidup

berkomunitas sepeda tidak hanya sekedar mendekatkan hubungan satu sama lain lantaran kesamaan minat, tetapi juga ada manfaat kesehatan.

Semakin Langka, POCIL Ingin Budaya Bersepeda di Yogya Kembali Hidup
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ketua Paguyuban Onthel Cibuk Lor (POCIL) Ngadiyono bersama sepeda Onthel miliknya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Minggu (18/08/2019) pagi, Jalan Dusun Cibuk Lor, Margoluwih, Seyegan tampak begitu meriah.

Puluhan sepeda klasik alias Onthel terparkir berjejer di jalan tersebut.

Beberapa sepeda dihiasi dengan umbul-umbul dan bendera berwarna kuning.

Satu dari beberapa benderanya memiliki tulisan POCIL, singkatan dari Paguyuban Onthel Cibuk Lor.

Ketua POCIL, Ngadiyono yang mengajak Tribunjogja.com melihat-lihat deretan sepeda tersebut, tampak bersemangat menjelaskan latar kisah kendaraan roda dua tanpa mesin tersebut.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

"Rata-rata yang di sini sudah langka semua, di pasaran sudah langka. Kalau pun ada harganya jutaan rupiah," kata Ngadiyono.

Hari itu merupakan momen spesial bagi POCIL.

Sebab komunitas sepeda yang saat ini beranggotakan 75 warga Cibuk Lor tersebut merayakan hari jadi pertamanya.

Tak tanggung-tanggung, pada puncak perayaannya POCIL mengundang 10 komunitas sepeda Onthel dari DIY dan sekitarnya.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved