Museum Sandi Sajikan Jejak Perkembangan Dunia Intelejen Indonesia

Museum Sandi Yogyakarta Sajikan Jejak Perkembangan Dunia Intelejen Indonesia

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Yudha Kristiawan
Koleksi yang ada di Museum Sandi Yogyakarta 

Kemudian setelah sandi sampai pada penerima sandi, si kurir dihilangkan nyawanya karena dianggap tugasnya telah selesai.

Perjalanan keliling sampailah pada ruang perintisan sandi, kemampuan menyimpan rahasia. Di ruangan inilah ditampilkan cikal bakal dunia persandian sebagai sebuah lembaga resmi negara dimulai.

Kala itu Menteri Pertahanan Republik Indonesia Amir Syarifuddin meminta dr. Roebiono Kertopati, seorang dokter di Kementerian Pertahanan bagian B (intelejen), sekaligus sebagai dokter pribadi Soekarno untuk membentuk dan memimpin dinas kode atau kode kamer yakni badan persandian pertama Republik Indonesia.

Via Vallen Sedang Nyari Bocah Pengasong yang Viral saat Hormat Bendera. Ini Alasannya

Dinas kode yang dipimpin dokter yang memiliki pengalaman dunia media ini lah sebagai cikal bakal badan persandian Indonesia. dr Roebiono Kertopati sendiri disebut sebagai Bapak Persandian Indonesia dan menjadi sosok penting perkembangan dunia intelejen tanah air.

Di ruangan ini terdapat diorama Amir Syarifuddin dan dr Roebiono Kertopati yang digambarkan tengah duduk berdiskusi.

Selanjutnya ruang maket dukuh, dapat diandalkan. Di rumah ini pengunjung bisa menyaksikan diorama dukuh di kawasan Menoreh yakni tempat eksodus sebagian pejuang ketika Yogyakarta diserang Belanda.

 Buku Sandi dan Mesin Sandi Jadi Koleksi Masterpiece

Di Museum Sandi selain menyajikan perjalanan dunia intelejen Indonesia juga menyimpan sejumlah benda bersejarah yang sangat penting yang menjadi saksi sejarah bagaimana peran dunia persandian ini di masa perjuangan dan paska kemerdekaan Indonesia.

Buku sandi kode C dan B yang merupakan karya dr. Roebiono Kertopati juga menjadi masterpiece koleksi museum ini. Buku berisi sekitar 10 ribu sandi ini diberi nama kode C, sedangkan tas berikut rangkuman buku tersebut yang berukuran lebih kecil disebut dengan buku kode B.

Sementara itu, di ruang Nusantara tersimpan koleksi mesin Sandi yang pernah dibuat oleh dr. Roebiono Kertopati.

Di antaranya ada Mesin Sandi SR 64, SR 70-b dan brangkas mesin sandi. Kode SR bermakna Sandi Roebiono.

"Di sini juga ada sepeda dari Kurir sandi bernama Sipon. Ia bertugas sebagai pengantar sandi kepada penerima sandi. Sipon akan membawa kembali sandi yang ia antarkan ketika penerima tidak ada ditempat," terang Asnan.

TNI Berduka, Satu Prajurit Korban Penembakan KKB di Papua Gugur

Lanjut Asnan, beberapa koleksi museum adalah sumbangan dari koleksi pribadi keluarga pelaku sejarah di tanah air.

Termasuk buku kode C dan B serta beberapa benda lainnya seperti keris, kamera dan beberapa benda pribadi yang pada masanya digunakan untuk mendukung kerja intelejen.

Museum ini sendiri buka dari hari Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 wib, sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 15.00 wib.

Museum dibuka untuk umum dan gratis. Menuju ke museum ini sangatlah mudah karena bisa diakses dengan kendaraan umum maupun pribadi. (Tribunjogja I Yudha Kristiawan)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved