Bantul

Aliran dari Bendung Kamijoro Menjangkau 2000 Hektare Lahan Pertanian Bantul

Bendung Kamijoro ini diharapkan dapat mengairi lahan pertanian di 11 desa di empat kecamatan yakni Kecamatan Pandak, Srandakan, Sanden, dan Kretek.

Aliran dari Bendung Kamijoro Menjangkau 2000 Hektare Lahan Pertanian Bantul
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fanthonaty
Pengunjung menikmati suasana taman Bendung Kamijoro, Kamis (7/2/2019) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pariwisata merupakan efek sampingan dari hasil revitalisasi Bendung Kamijoro yang terletak di Dusun Plambongan, Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan.

Fungsi utama bendung tersebut yakni sebagai pengairan lahan pertanian di Kabupaten Bantul.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Bambang Pin Erwanto mengatakan, dengan direvitalisasinya Bendung Kamijoro ini diharapkan dapat mengairi lahan pertanian di 11 desa di empat kecamatan yakni Kecamatan Pandak, Srandakan, Sanden, dan Kretek.

Ada sekitar 2.000 hektare lahan pertanian yang mendapat oncoran air dari Bendung Kamijoro.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

"Oncorannya 2.000 hektare. Namun sekarang baru dimanfaatkan untuk palawija sekitar 350 hektare," jelasnya pada Tribunjogja.com.

Jika nanti masuk musim tanam padi, Bambang memperkirakan hasil pertanian akan meningkat.

"Insyaallah kalau itu betul mestinya signifikan sekali. Bisa meningkatkan produksi padi. Meningkatkan hasil pertanian," katanya.

Disinggung soal rencana pemanfaatan kawasan sekitar bendung untuk pariwisata, Bambang menilai hal tersebut tidak menjadi masalah.

"Sebetulnya dari segi pertanian tidak masalah dengan pariwisata. Yang penting airnya bisa mengalir sampai jauh," paparnya.

Bendung Kamijoro Potensi Ditetapkan Pemkab Jadi Obyek Wisata Baru

Selama tidak memengaruhi debit air, kegiatan wisata disilakan untuk dikembangkan.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved