Anggaran Dropping Air di Gunungkidul Semakin Menipis

Perkiraan kita sejak kekeringan lalu sudah habis Rp300 juta lebih sedikit

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Suluh Prasetyo
Nikmati sajian Harian Tribun Jogja hari ini 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kekeringan yang terjadi sejak bulan April hingga pertengahan Agustus di Gunungkidul membuat anggaran untuk dropping air semakin menipis. Saat ini dropping air telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 300 juta lebih sedangkan anggaran yang disiapkan untuk menghadapi kekeringan sebanyak Rp 500 juta.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan sebanyak Rp300 juta tak hanya untuk membeli air, tetapi juga sudah memuat upah pengemudi, biaya bahan bakar minyak, hingga servis kendaraan tangki.

"Perkiraan kita sejak kekeringan lalu sudah habis Rp300 juta lebih sedikit. Prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kekeringan Di Gunungkidul hingga bulan Oktober," katanya, Jumat (16/8/2019).

"Pada bulan September nanti kita akan hitung detailnya masih kurang berapa. Jika sampai Oktober itu jelas kurang. Beberapa waktu lalu sudah dijanjikan anggaran tambah pada APBD Perubahan tetapi hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut," ungkapnya.

Selengkapnya, simak di edisi cetak Tribun Jogja hari ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved