Bantul

Kurangi Sampah Plastik, Warga Kalipucang Bagikan Daging Kurban Pakai Kreneng Beralaskan Daun Jati

Kurangi Sampah Plastik, Warga Kalipucang Bagikan Daging Kurban Pakai Kreneng Beralaskan Daun Jati

Kurangi Sampah Plastik, Warga Kalipucang Bagikan Daging Kurban Pakai Kreneng Beralaskan Daun Jati
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Warga memegang Kreneng berisi daging kurban yang siap dibagikan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pembagian daging kurban kepada masyarakat di masjid Al-Furqon, Padukuhan Kalipucang, RT 04, Desa Bangunjiwo, Kasihan Bantul tidak menggunakan kantong plastik.

Panitia lebih memilih menggunakan Kreneng (anyaman bambu) dan dilapisi daun jati.

Ketua Takmir Masjid Al-Furqon, Joko mengatakan alasan daging kurban dibagikan menggunakan Kreneng karena merasa prihatin. Pasca Idul Adha banyak sampah plastik yang tidak mudah terurai.

"Intinya, kami ingin mengkampanyekan tentang pengurangan sampah yang tidak mudah terurai. Terutama sampah plastik," katanya, ditemui di sela pembagian hewan kurban, Minggu (11/8/2019)

Dijelaskan Joko, pembagian daging kurban menggunakan Kreneng di Masjid Al-Furqon Kalipucang, sudah dilakukan sejak empat tahun lalu. Selain mengurangi sampah plastik, penggunaan Kreneng juga memanfaatkan kerajinan yang ada di masyarakat.

Merawat Toleransi Antar Umat Beragama Lewat Daging Kurban Ala Dusun Jeruksari

Sudah sejak lama, menurutnya masyarakat Padukuhan Kalipucang dikenal sebagai sentra kerajinan Kreneng.

"Dari dulu disini pusat kerajinan Kreneng sebagai bungkus macam-macam. Mau punah, sehingga kita berusaha melestarikan. Salah satu caranya dengan pembagian daging pakai Kreneng," tutur Joko, menjelaskan.

Kreneng sebagai wadah daging dibuat oleh masyarakat Kalipucang sehari sebelum perayaan kurban. Mereka sengaja membuat ratusan Kreneng sebagai wadah daging. Dilapisi dengan daun jati.

Kata Joko, proses pembuatan Kreneng cukup mudah. Pohon Bambu cukup dipotong-potong kemudian diirat lalu dirangkai. Satu pohon bambu biasanya mampu menghasilkan 40 bungkus Kreneng.

"Buatnya ndak lama. Kalau bambu sudah diirat. Satu Kreneng cuma 3 menit," katanya.

Jangan Buang ke Sungai dan Parit! Jeroan Hewan Kurban Bisa Dimanfatkan Sebagai Pupuk

Warga setempat yang juga pengurus masjid, Abdul Syukur mengatakan penggunaan Kreneng dan daun jati, pada pembagian daging di masjid Al-Furqon Kalipucang merupakan upaya untuk merawat alam dan mengurangi sampah plastik.

Menurut dia, sudah sejak zaman dahulu, masyarakat sebenarnya membungkus daging menggunakan daun jati. Bukan plastik. Di samping dapat mengurangi sampah, penggunaan daun jati juga dinilai dapat menguatkan cita rasa daging.

"Menurut banyak cerita dari masyarakat rasanya akan berbeda. Dibungkus daun jati rasanya lebih mantap," kata dia. (Tribunjogja I Ahmad Syarifudin)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved