Yogyakarta

Berbahaya, Mencuci Jeroan di Sungai

Sumber pencemar sungai akan bertambah banyak dan beban yang harus ditanggung biota sungai sangai sangat berat.

Berbahaya, Mencuci Jeroan di Sungai
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Warga membersihkan jeroan di selokan mataram, Minggu (11/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Meski telah diimbau untuk tidak mencuci jeroan di sungai, namun masih banyak warga yang melakukan itu.

Padahal dengan mencuci jeroan di sungai maka rawan terkontaminasi di mana kadar bakteri E-coli di Sleman mencapai 80%.

Pemandangan warga yang mencuci jeroan hewan kurban terlihat di Selokan Mataram, Trihanggo, Gamping, Minggu (11/8/2019).

Ada sekitar empat kelompok masyarakat yang mencuci jeroan.

Mereka mencuci jeroan di air yang keruh, di mana tak sedikit juga sampah hanyut dan tersangkut di sana.

Jangan Buang ke Sungai dan Parit! Jeroan Hewan Kurban Bisa Dimanfatkan Sebagai Pupuk

Salah satu warga yang mencuci di sana adalah Eko Saputra, (25), warga Mranggen, Margodadi, Seyegan.

Kelompoknya mencuci di sungai lantaran lahan di masjid tidak memungkinkan.

Selain itu, menurutnya dengan mencuci di sungai dinilai praktis.

Sehingga kotoran yang ada di jeroan akan langsung hanyut terbawa arus.

Kegiatan ini pun sudah dilakukan setiap ada kurban.

Halaman
123
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved