Nasional

Wacana PNS Bisa Kerja di Rumah, Pakar UGM: Di Kantor Masih Belum Efektif

Naya menerangkan, penerapan PNS bisa kerja di rumah akan sulit dilakukan, yang mana di kantor pun kinerja PNS dirasa belum efektif, apalagi ketika bek

Wacana PNS Bisa Kerja di Rumah, Pakar UGM: Di Kantor Masih Belum Efektif
via setkab.go.id
Ilustrasi: Pegawai Negeri Sipil 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berkaitan dengan wacana yang digulirkan oleh Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja mengenai ke depan Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan memiliki fleksibilitas kerja, dimana PNS bisa bekerja di rumah dan diharapkan bisa seperti seperti startup, Akademisi Manajemen SDM UGM, Naya Hapsari menerangkan hal tersebut masih belum layak dilakukan.

Naya menerangkan, penerapan PNS bisa kerja di rumah akan sulit dilakukan, yang mana di kantor pun kinerja PNS dirasa belum efektif, apalagi ketika bekerja di rumah tanpa adanya pengawasan.

"Kalau melihat dari kondisi kerja PNS di Indonesia, kalau mau diterapkan kerja di rumah sepertinya belum bisa. Bahkan, ketika di kantor pun masih belum efektif kinerjanya, apalagi di rumah tanpa ada pengawasan dari atasan," ungkap dosen FEB UGM ini pada Jumat (9/8/2019).

Siap-siap, Sebentar Lagi PNS Bisa Kerja dari Rumah

Naya menjelaskan, sampai dengan saat ini kinerja PNS masih perlu diawasi.

Menurutnya, ketika PNS setiap saat bisa bekerja di rumah tanpa adanya capaian kinerja yang jelas, hal tersebut akan menimbulkan ketimpangan.

"Akan sulit mengawasi bagaimana kinerja masing-masing karyawan, kecuali jika sudah ada sistem yang jelas. Kalau bisa setiap saat bekerja di rumah tapi tidak ada capaian kinerja yang jelas ya rasanya belum bisa kalau di Indonesia," ungkapnya.

Naya menerangkan, kalaupun kebijakan tersebut benar-benar akan dilakukan, maka harus dilakukan secara pelan-pelan dan penerapannya pun tidak diperuntukkan untuk semua PNS.

Penipuan 59 Jemaah Haji Diduga Libatkan PNS Kemenag

Menurutnya, tugas PNS satu dengan yang lainnya tidak bisa disamaratakan.

Seperti halnya ketika membandingkan Dosen yang juga PNS, dengan PNS yang ada di Kantor Pemerintahan.

"Mungkin pelan-pelan tidak semua PNS diterapkan. Mungkin hanya beberapa Kantor Pemerintahan tertentu atau PNS tertentu dan tidak semuanya. Memang harus ada KPI (Key Performance Indicators) yang jelas. Seperti Dosen yang tugasnya tidak hanya di Kampus tapi juga mengajar di luar negeri dan segala macam. Kalau itu KPI jelas dan harus ada laporannya," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved