Bantul
Rumah Tak Boleh Berlantai Tanah
Suharsono juga menekankan agar sebisa mungkin anggaran yang diberikan dari APBD murni maupun DAK cukup untuk perbaikan rumah.
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bantuan pemerintah kabupaten Bantul untuk rumah tidak layak huni (RTLH) dari APBD murni dan dana alokasi khusus (DAK) diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki rumah agar memenuhi kriteria layak huni.
Bupati Bantul Suharsono menyebut, setidaknya rumah tak lagi berlantai tanah.
"Pemerintah kabupaten membantu semampunya, masing-masing Rp17,5 juta. Dipakai sengirit-ngiritnya, yang penting layak untuk tempat tinggal. Misalnya MCK harus punya, lantainya tidak harus tegel atau keramik, diaci alus saja yang penting tidak tidur di tanah," katanya di sela kunjungan ke penerima bantuan RTLH di Dusun Celan, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Selasa (6/8/2019) pagi.
• Transaksi Bantul Ekspo 2019 Tembus Rp 3,15 Miliar
Perbaikan struktur rumah juga disarankan agar rumah menjadi tahan gempa.
"Perbaikan struktur agar tahan gempa, itu teknis, harus pakai besi atau apa dan sudah diarahkan oleh Dinas PU," jelasnya.
Suharsono juga menekankan agar sebisa mungkin anggaran yang diberikan dari APBD murni maupun DAK cukup untuk perbaikan rumah.
"Cukup tidak cukup, kita bantu Rp17,5 juta itu tadi," katanya.
Ia melihat, warga yang mendapat bantuan juga ada yang tak perlu membayar tenaga untuk tukang karena sudah dikerjakan secara gotong-royong bersama warga lainnya.
Hal tersebut menjadikan pengeluaran lebih irit.
• Perjalanan Panjang Muhammad Maruf, Putra Pedagang Bakso Asal Bantul yang Lolos Paskibraka Nasional
"Saya lihat tadi cukup tidak untuk tenaganya, ternyata tenaganya tadi gotong-royong. Itu memang bagus karena kehidupan di kampung gotong-royong tidak usah perlu bayar," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suharsono juga mengatakan akan memberikan bantuan tambahan semen 10 sak untuk dua RTLH di Dusun Celam.
"Saya lihat langsung katanya mau bikin cor untuk talang air. Nanti saya kasih 10 sak semen, tapi tidak semua, yang kira-kira yang pantas, tergantung kantong saya ada tidak," ungkapnya.
Sementara itu, Dukuh Celan Jamat Ahmad Rahmanto mengungkapkan, di dusunnya ada 10 KK yang mendapat bantuan RTLH.
Dua di antaranya yang ia rekomendasikan yakni rumah milik Udi Utomo dan Prayitno.
• Putra Seorang Pedagang Bakso di Bantul Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Nasional di Istana
Kata Jamat, keduanya tergolong warga kurang mampu yang penghasilan sehari-harinya tak cukup untuk memperbaiki rumah. "Mereka dari kalangan nggak mampu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suharsono-meninjau-kondisi-rumah-penerima-bantuan-rtlh.jpg)