Bantul
Realisasi Fisik dan Keuangan di Bantul Belum Sejalan
Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan rapat koordinasi pengendalian triwulan II 2019 dan penyerahan evaluasi kinerja perangkat daerah triwulan II 2019
Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan rapat koordinasi pengendalian triwulan II 2019 dan penyerahan evaluasi kinerja perangkat daerah triwulan II 2019, Senin (5/8/2019).
Dari hasil evaluasi, realisasi fisisk dan keuangan masih belum seiring.
Sekda Bantul Helmi Jamharis menjelaskan, hal tersebut karena laporang pertanggungjawaban keuangan belum selesai sementara kegiatan OPD telah dilaksanakan.
"Antara realisasi fisik dengan realisasi keuangan belum sejalan. Kadang fisiknya sudah dilaksanakan tapi pertanggungjawaban keuangannya belum selesai," jelasnya.
• Pemkab Bantul Berencana Percantik Bendung Kamijoro
Helmi juga melihat, kinerja beberapa perangkat daerah masih kurang atau mundur dalam melaksanakan kegiatannya.
"Tinggal mundurnya karena apa, kalau misal DAK (dana alokasi khusus), kalau DAK itu sudah ada petunjuk teknis yang secara operasional itu detail dan harus diikuti. Sehingga itu tidak akan mempengaruhi kinerja perangkat daerah," jelasnya.
Selain itu juga kemungkinan terjadi hambatan saat proses lelang pelaksanaan kegiatan.
"Misal lelang harus menggunakan e-katalog, ternyata di e-katalog barangnya belum ada. Mau tidak mau harus mundur karena barang itu belum ada," paparnya.
Meski demikian, progres kinerja dibanding triwulan I telah mengalami kenaikan.
"Realisasi pada triwulan II di 2019 ini, realisasi fisik masih deviasi 4,29 persen dari target. Masih berada di bawah harapan tapi deviasinya tidak begitu banyak baik fisik maupun keuangan," terangnya.
• Pemkab Bantul Dorong UKM Manfaatkan E-Commerce
"Yang banyak keuangannya, 27,79 persen. Deviasi tinggi ini kami meyakini sudah banyak kegiatan yang dilaksanakan tapi SPJ nya belum selesai. Untuk itu kami mendorong membuat penatausahaan keuangan jangan terlalu lama. Dibandingkan 2018 di triwulan yang sama ini sudah ada peningkatan," paparnya.
Pemkab Bantul juga memberikan apresiasi berupa penghargaan pada OPD dan kecamatan yang mampu menyelesaikan target kegiatan dengan baik selama triwulan II ini.
Tiga besar OPD yang mendapat penghargaan yakni Inspektorat Daerah, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Sementara tiga kecamatan yang mendapat pengahargaan yakni Kecamatan Dlingo, Kecamatan Sedayu, dan Kecamatan Kasihan.
Bupati Bantul Suharsono pun terus mendorong agar OPD bersemangat melayani masyarakat dengan profesional.
"Kita harus semangat mensejahterakan rakyat, kalau perlu lembur ya lembur. Saya mengajak OPD untuk mengembangkan diri secara profesional karena kita dituntut untuk meningkatkan pelayanan," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/suharsono-memberikan-penghargaan-pada-opd-dan-kecamatan-yang-berkinerja-baik.jpg)