Produksi Nila Saat Kemarau Bisa Digenjot dengan "Sibudidikucir"
DP3 Sleman mengimbau budi daya ikan dapat menerapkan Sistem Budi daya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudidikucir) saat kemarau
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mengimbau budi daya ikan dapat menerapkan Sistem Budi daya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudidikucir), terutama saat musim kemarau.
Adapun musim kemarau mengancam bisnis ikan air tawar karena menurunnya pasokan air, akibatnya suplai oksigen pada air juga minim dan risiko ikan mati menjadi besar.
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Sri Purwaningsih mengatakan, sistem ini dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi ikan saat kemarau khususnya ikan nila. Saat ini sudah banyak pembudi daya ikan nila yang mengadopsi sistem tersebut.
"Apalagi pada musim kemarau yang debit air itu tergolong kecil, teknologi Sibudidikucir itukan dapat meningkatkan oksigen di dalam air. Aliran air kecil aja bisa. Kalau musim penghujan tanpa Sibudidikucir masih bisa jalan. Kalau kemarau kan keterbatasan air," ujarnya, Minggu (4/8).
Berita selengkapnya silakan simak di edisi cetak Tribun Jogja, Senin (5/8/2019). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mina-padi_1_20161016_081402.jpg)