Produksi Nila Saat Kemarau Bisa Digenjot dengan "Sibudidikucir"

DP3 Sleman mengimbau budi daya ikan dapat menerapkan Sistem Budi daya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudidikucir) saat kemarau

Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.com | Bramasto Adhy
Petani memberi pakan ikan di area persawahan yang menerapkan mina padi dengan ikan nila di Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, Selasa (11/10). Usaha budi daya ikan di area persawahan tersebut sebagai bentuk pengoptimalan lahan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mengimbau budi daya ikan dapat menerapkan Sistem Budi daya Ikan Nila dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air (Sibudidikucir), terutama saat musim kemarau.

Adapun musim kemarau mengancam bisnis ikan air tawar karena menurunnya pasokan air, akibatnya suplai oksigen pada air juga minim dan risiko ikan mati menjadi besar.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Sri Purwaningsih mengatakan, sistem ini dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi ikan saat kemarau khususnya ikan nila. Saat ini sudah banyak pembudi daya ikan nila yang mengadopsi sistem tersebut.

"Apalagi pada musim kemarau yang debit air itu tergolong kecil, teknologi Sibudidikucir itukan dapat meningkatkan oksigen di dalam air. Aliran air kecil aja bisa. Kalau musim penghujan tanpa Sibudidikucir masih bisa jalan. Kalau kemarau kan keterbatasan air," ujarnya, Minggu (4/8).

Berita selengkapnya silakan simak di edisi cetak Tribun Jogja, Senin (5/8/2019). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved