8 Desa Wisata di Sleman Wakili DIY di Indonesia Sustainable Tourism Award 2019
ISTA 2019 merupakan ajang penghargaan tahunan yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sebanyak 9 desa wisata di DIY diajukan untuk menjadi nominee di ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019. 8 di antaranya merupakan desa wisata asal Sleman.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan saat ini sudah ada 3 dari 8 desa wisata yang dinilai oleh para assesor.
"Yang sudah dinilai Desa Pulewulung, Desa Grogol, dan Desa Garongan," kata Ningsih saat dihubungi pada Minggu (04/08/2019).
ISTA 2019 merupakan ajang penghargaan tahunan yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.
Melalui situs resminya, Kemenpar RI menjelaskan ISTA dikhususkan bagi destinasi yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan.
Menurut Ningsih, konsep pariwisata berkelanjutan artinya bagaimana sebuah destinasi bisa mempertahankan konsep atau berinovasi agar terus dikunjungi oleh wisatawan.
"Sesuai program Pemkab Sleman, saat ini kami berfokus pada Ekowisata untuk pariwisata berkelanjutan tersebut," jelas Ningsih.
Malam Puncak ISTA direncanakan akan digelar pada 27 September 2019.
Pemenangnya akan berkesempatan untuk diikutsertakan dalam ajang penghargaan serupa tingkat ASEAN.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kepala-dinas-pariwisata-sleman-sudarningsih_2207.jpg)