Kulon progo

Giripeni Expo Kenalkan Potensi dari 8 Pedukuhan di Kulon Progo

Pemerintah Desa Giripeni, Kecamatan Wates menggelar Giripeni Expo 2019, Jumat (2/8/2019) hingga Minggu (4/8/2019).

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Atraksi jathilan jago mewarnai pembukaan Giripeni Expo 2019 yang digelar Pemdes Giripeni pada 2-4 Agustus 2019 di lapangan desa setempat. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Desa Giripeni, Kecamatan Wates menggelar Giripeni Expo 2019, Jumat (2/8/2019) hingga Minggu (4/8/2019).

Ajang ini menjadi sarana untuk memamerkan potensi desa dalam beragam sektor.

Setidaknya ada lebih dari 60 stand yang memamerkan potensi maupun produk unggulan dari 8 pedukuhan yang ada di Giripeni.

Khususnya produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rusunawa Giripeni di Kulon Progo Belum Bisa Dihuni

Ada pula produk kerajinan Batik CIprat hasil kreasi para penyandang disabilitas intelektual dari Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Disabilitas Girikasih.

Ditampilkan juga berbagai potensi seni budaya masyarakat setempat, di antaranya jathilan jago, jathilan anak ketoprak pamong desa, hingga permainan anak tradisional.

Pemdes juga membuka loket pelayanan administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan akta kematian secara kolektif.

Pemuda Giripeni di Kulonprogo Tuntut Transparansi Desa Soal Masalah LKM Binangun Mandiri

Giripeni Expo 2019 dibuka secaa simbolik oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo.

Ia mengapresiasi langkah Pemdes Giripeni yang berani menggelar ajang ini secara mandiri. Hal tersebut membuktikan bahwa desa tersebut cukup percaya diri menampilkan berbagai potensi yang ada.

Sutedjo menilai, di era sekaang ini segela potensi yang dimiliki desa memang wajib diekspose dan dieksplore lebih jauh untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

"Sudah saatnya menunjukkan produktivitas dan potensi desa kepada publik. Kalau ada potensi produk UMKM yang bisa dijual atau potensi yang dimiliki, silakan ditunjukkan pada publik sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"kata Sutedjo.

Pameran ini diharapkannya bisa menjadi ajang promosi bagi produk UMKM masyarakat.

Mulai dari produk makanan, kerajinan, dan lainnya.

Ia juga berharap Giripeni Expo bisa digelar secara berkelanjutan setiap tahun sehingga menjadi ajang yang positif dalam mengenalkan potensi desa pada publik.

Tahun ini merupakan kali kedua Giripeni Expo digelar setelah dibuka pertama kali pada 2018 lalu.

Kepala Desa Giripeni, Priyanti mengatakan Giripeni Expo bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan menggalang solidaritas kekeluargaan di antara warga serta sebagai ajang memperkenalkan potensi desa.

Pasalnya, dari 8 pedukuhan, banyak potensi yang bisa digali dan layak untuk diperkenalkan pada masyarakat luas.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved