Pendidikan

Bekali Mahasiswa Agar Mandiri, Tahun Ini UGM Siapkan 850 Wirausahawan Baru

Untuk menyiapkan mahasiswa agar bisa bersaing di dunia kerja, UGM terus melakukan penggemblengan dengan Program Kewirausahaan Mahasiswa (PKM).

Bekali Mahasiswa Agar Mandiri, Tahun Ini UGM Siapkan 850 Wirausahawan Baru
Tangkapan Layar ugm.ac.id
UGM Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk menyiapkan mahasiswa agar bisa bersaing di dunia kerja, Universitas Gadjah Mada melalui Sub Direktorat Pengembangan Karakter Mahasiswa terus melakukan penggemblengan dengan Program Kewirausahaan Mahasiswa (PKM).

Rustamaji, Kepala Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa mengungkapkan tahun ini pihaknya menyiapkan 850 wirausahawan baru yang diberikan pembekalan beserta pendanaan agar bisa menapaki dunia usaha.

Menurutnya, tujuan utama dari program ini sendiri yakni membawa usaha yang belum berkembang untuk bisa dibesarkan sehingga bisa mandiri.

Hati-hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kulit Wajah

"Wirausaha kita kembangkan dengan mengundang mahasiswa yang berminat, buat proposal kegiatan, menjalankan bisnis di bawah bimbingan dosen yang sudah terbiasa di bidang usaha. Kalau proposal siap kita beri modal, kita evaluasi, monitoring dan yang paling penting adalah bagaimana keberlanjutan usaha," ungkapnya.

Menurutnya, untuk pendanaan sendiri diberikan sesuai dengan kebutuhan usaha, mulai dari Rp 2-25 juta.

Sedangkan usaha yang dijalankan sendiri bermacam-macam, mulai dari pembuatan teknologi, kuliner, jasa, budidaya dan yang lainnya.

"Program ini sudah berjalan sejak 2010 lalu, dan untuk yang sustain ada sekitar 20%, sisanya karena diterima kerja jadi konsentrasi terpecah. Untuk saat ini kita masih di ranah S1, kalau S2 belum. Memang kalau karakteristik mahasiswa S2 karakteristiknya sudah bekerja," terangnya.

Kedai Kiwae, Foodstartup Ciptaan Mahasiswa UGM yang Masuk 10 Besar Indonesia 2018

Rustamaji menerangkan, target yang ingin dicapai ke depan yakni menyiapkan 1000 wirausahawan baru.

Dia berharap dengan adanya program ini UGM bisa senantiasa mencetak mahasiswa-mahasiswa yang siap bersaing di dunia kerja.

"Kita melihat bahwa lapangan kerja ini menjadi isu yang besar sehingga kita mendorong mahasiswa bisa mandiri untuk menciptakan lapangan kerja. Tahun ini kita baru bisa 850, harapannya naik paling tidak 1000, karena kita punya mahasiswa baru sebanyak 8000, dan total keseluruhan ada 50000 mahasiswa termasuk S2 dan yang belum lulus," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved