Wanita Berhijab Kekurangan Vitamin D? Begini Penjelasan Ahli

Sinar matahari punya peran dalam produksi vitamin D dalam tubuh. Ada pandangan bahwa muslimah yang berjilbab berisiko kekurangan vitamin D. Benarkah?

Editor: iwanoganapriansyah
IST/KyivPost
Ilustrasi Wanita dengan pakaian muslim 

Bila terjadi kekurangan vitamin D akan berdampak pada pembentukan tulang yang tidak sempurna. Jika kekurangan vitamin terjadi pada usia dini atau anak-anak dapat terjadi riketsia (kelainan bentuk tulang) dan ostemolasia (kerapuhan tulang). Tulang yang rapuh dengan trauma yang ringan saja dapat mudah terjadi patah tulang.

Pertumbuhan tulang yang tidak sempurna pada anak ini bisa terlihat tungkai yang seperti “X” atau “O”. Begitu juga pada usia dewasa, kekurangan vitamin D akan cepatnya terjadi osteoporosis, yang dapat terjadi pada usia yang lebih dini.

Faktor Risiko Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat terjadi akibat gangguan salah satu rantai produksinya. Mulai dari asupan makanan, pencernaan dan absorbsi, paparan cahaya matahari, gangguan hati dan ginjal.

Risiko kekurangan vitamin D pada masyarakat dapat bermula dari rendahnya asupan prekursor vitamin D yang terdapat pada sumber-sumber makanan berlemak dan mengandung kolesterol.

Ketakutan berlebihan terhadap kolesterol dan lemak sehingga sangat membatasi makanan tersebut sekaligus berdampak terhadap defisiensi vitamin D.

Inilah risiko utama yang terjadi pada masyarakat modern saat ini. Akibat ketakutan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, lalu menghindari makanan-makanan sumber lemak, yang dapat menjadi faktor kurangnya vitamin-vitamin terlarut dalam lemak, termasuk vitamin D.

Begitu juga halnya dengan penyakit-penyakit yang terkait dengan sistem organ yang terkait dengan produksi vitamin D.

Sumbatan batu empedu yang menyebabkan terganggunya produksi asam empedu ke dalam saluran cerna dan gangguan penyerapan lemak, sekaligus akan menyebabkan terganggunya penyerapan vitamin D dalam saluran cerna.

Kekurangan paparan cahaya matahari jelas menjadi faktor risiko kekurangan vitamin D. Makin sedikit waktu terpapar cahaya matahari makin berisiko kurangnya produksi vitamin D.

Begitu juga makin kurangnya paparan cahaya matahari ke kulit, makin rendah produksi vitamin D. Semua ini merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya kekurangan vitamin D di tubuh.

Tapi melihat adanya faktor-faktor lain (perilaku menghindari paparan cahaya matahari dan pola makan) yang bisa menyebabkan kekurangan vitamin D, saya katakan dengan jelas bahwa berjilbab tidak menjadi faktor risiko kekurangan vitamin D yang utama. (*/NGI)

.

Penulis: Hardisman Dasman, Associate Professor in Community Medicine and Healthcare Policy, Universitas Andalas

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved