Gunungkidul
Warga Sumberwungu Dihebohkan dengan Kabar Kemunculan Macan Loreng, Setiap Sore Sediakan Air di Ember
Warga Sumberwungu Dihebohkan dengan Kabar Kemunculan Macan Loreng, Setiap Sore Sediakan Air di Ember
Warga Sumberwungu Dihebohkan dengan Kabar Kemunculan Macan Loreng, Setiap Sore Sediakan Air di Ember
TRIBUNJOGJA.COM - Musim kemarau yang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir membuat sejumlah mata air di wilayah Gunungkidul mulai mengering.
Hal itu memicu hewan-hewan liar yang selama ini tinggal di kawasan hutan dan pegunungan turun gunung untuk mencari air.
Beberapa waktu terakhir, kabar mengenai hewan liar yang turun gunung membuat heboh warga di Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, Gunungkidul.
Ya, beberapa waktu terakhir, warga di desa tersebut dihebohkan dengan kemunculan macan loreng.
Ada kebiasaan unik yang dilakukan oleh warga di Desa Sumberwungu saat kabar kemunculan macan merebak di tengah masyarakat.
Setaip sore menjelang malam, warga menyediakan air dalam ember yang ditaruh di pinggir rumah.
Salah seorang warga dusun Ploso, Desa Sumberwungu, Tepus, Sunoto mengatakan pihaknya percaya dengan kemunculan macan tersebut sekitar sore hingga malam hari.
• Rayakan HUT RI, Sharp Lovers’ Day Sediakan Perjalanan Eksklusif Sebagai Hadiah Utama
Macan loreng tersebut diketahui berukuran seperti seekor anjing berukuran besar.
Warga mempercayai di sebuah gunung ada gua yang dikenal masyarakat menjadi sarang macan.
Meski dirinya secara langsung belum pernah melihatnya namun ia turut percaya akan itu.
"Di sini memang isunya beberapa waktu terakhir ada yang melihatnya di telaga-telaga untuk minum. Biasanya sore hari menjelang Maghrib," kata dia ketika dihubungi wartawan, Rabu (31/7/2019).
Menurut warga, kemunculan hewan itu wajar, karena sejak beberapa generasi dikenal dengan sarang macan.
"Sejak dulu gua dikenal warga di sini sebagai sarang macan," ucapnya.
• Penampakan Terkini Arya Permana Si Bocah Obesitas Setelah Sukses Menjalani Operasi Angkat Gelambir
Hal senada diungkapkan oleh warga lainnya, Sulis. Warga Desa Tepus, Kecamatan Tepus itu mengaku mendengar kabar tersebut.
Dirinya juga percaya bahwa menyediakan air di ember menjadi penangkal macan menganggu manusia.
"Diberikan ember berisi air untuk mengantisipasi macan mendekat ke rumah warga," ucapnya.
Menurutnya, warga yang melihat secara langsung hewan tersebut memilih untuk menghindar.
Masyarakat juga memilih untuk menjaga alam dan tidak memburunya.