Bantul

Nasri Gunakan Layang-Layang Untuk Terapi

Katanya, dengan bermain layang-layang, pikiran menjadi fokus dan rileks. Menurutnya ada koneksi antara pikiran dan layang-layang yang dikendalikan.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Berbagai jenis, bentuk, dan warna layang-layang menghiasi langit di Pantai Parangkusumo dalam Jogja International Kite Festival 2019, Minggu (28/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Siang itu, Minggu (28/7/2019) puluhan layang-layang dengan berbagai bentuk, warna, dan ukuran menghiasi langit di Pantai Parangkusumo.

Para peserta sibuk mengatur layang-layang mereka agar terbang dengan stabil menyesuaikan angin.

Itulah sekelumit pemandangan penyelenggaraan Jogja International Kite Festival 2019 yang digelar sejak tanggal 27 Juli kemarin.

Pengalaman Estetika Baru dalam Menikmati Karya Seni Lewat Festival Sumonar 2019

Festival ini melibatkan 47 pelayang internasional dan 57 pelayang nasional.

Peserta dari Malaysia, Nasri Ahmad mengaku sudah kali ketiga mengikuti festival ini.

Pria berusia 60 tahun ini mengaku, dibandingkan negara lain, kondisi angin di Indonesia khususnya Pantai Parangkusumo sangat baik untuk menerbangkan layang-layang.

"Di sini bagus anginnya. Lebih bagus daripada di negara lain. Makanya saya tidak pernah main (layang-layang) di Malaysia," jelas Nasri yang hobi bermain layang-layang sejak 10 tahun silam ini.

Warna-warni Layang-layang, Terbang Hiasi Langit Parangkusumo Bantul

Ia mengungkapkan, dulunya ia sama sekali tak tertarik bermain layang-layang.

Namun, setelah ia pensiun dari pekerjaannya, ia disarankan oleh dokter pribadinya untuk mencoba bermain layang-layang.

"Hobi yang cocok untuk terapi stres. Saya disarankan main oleh dokter pribadi saya. Jadi bebas penyakit kecing manis, darah tinggi, jantungan sudah tidak ada itu," ungkapnya.

Katanya, dengan bermain layang-layang, pikiran menjadi fokus dan rileks.

Menurutnya ada koneksi antara pikiran dan layang-layang yang dikendalikan.

"Ada hubungannya antara kita dengan layangan ini," tuturnya.

Selain itu, layang-layang juga bersifat menghibur banyak orang.

Ia sedikit bercerita tentang pengalamannya bermain layang-layang di Afrika.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved