Kota Yogyakarta
Dinsos Kota Akan Gelar Pelatihan untuk Keluarga ODGJ
Menurutnya, ODGJ yang pulang dari rumah sakit sering kambuh lagi. Itulah yang membuatnya perlu melakukan pelatihan kepada keluarga.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Sosial Kota Yogyakarta akan menggelar pelatihan bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan kejiwaan.
Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakata, Agus Sudajat mengatakan peran keluarga sangat penting bagi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ).
Menurutnya, ODGJ yang pulang dari rumah sakit sering kambuh lagi. Itulah yang membuatnya perlu melakukan pelatihan kepada keluarga.
• Dinsos Gunungkidul Masih Kesulitan Tangani ODGJ
"Latarbelakangnya adalah karena ODGJ kalau pulang dari rumah sakit sering kambuh lagi. Yang paling besar mempengaruhi adalah lingkunga, sementara lingkungan yang paling dekat adalah keluarga, sehingga perlu ada penguatan pada keluarga,"katanya, Minggy (28/7/2019).
ODGJ sama halnya dengan orang sakit pada umumnya, yang membedakan adalah letak sakitnya, bukan menyerang organ tubuh, melainkan jiwanya.
Dengan demikian butuh pemahaman khusus bagi keluarga, agar bisa merawat ODGJ.
Peran lingkungan juga tak kalah penting.
Selama ini stigma kepada ODGJ masih kuat, padahal lingkungan sekitar juga harus membantu.
• Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kulon Progo Cukup Tinggi
"Kami sudah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, dengan adanya kader kesehatan jiwa. Memang tidak bisa hanya keluarga sendiri, tetapi juga perlu ada peran dari masyarakat. Lingkungan itu persetasenya 60 persen, baru faktor penyakitnya, dan yang lain," ungkapnya.
"Maka perlu ada kerjasama antara keluarga dan masyarakat. Masyarakat kadang memberikan stigma, yang kemudian membuat ODGJ tidak bisa bersosialiasi lagi," sambungnya.
Agar ODGJ tidak mudah kambuh, ada 3N yang perlu dipehatikan, yaitu ngampet, ngangen-angen, dan nganggu.
Ngampet adalah menahan emosi, seperti perasaan takut, marah, dan lain-lain.
Ngangen-angen adalah memikikan sesuatu yang tidak-tidak, sementara Nganggur adalah tidak ada aktivitas.
Jika 3N tersebut tidak diperhatikan, maka hal itu memicu ODGJ kambuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)