Yogyakarta

Ketua Komisi A DPRD DIY Ajak Masyarakat Gelorakan Pancasila Melalui Program Sinau Pancasila

Program ini, selain mengkampanyekan anti hoaks juga mengkampanyekan bagaimana bijak dalam bermedia sosial.

Ketua Komisi A DPRD DIY Ajak Masyarakat Gelorakan Pancasila Melalui Program Sinau Pancasila
TRIBUN JOGJA
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto (kanan) dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi (tengah) dalam acara 'Ngobrol Parlemen' yang disiarkan langsung oleh Tribun Jogja, Kamis (25/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Generasi milenial saat ini memiliki tantangan besar yakni tengah dihadapkan dengan berbagai situasi tumbuhnya terorisme dan radikalisme.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto mengatakan, hal tersebut menjadi tanggung jawab bagi DPRD DIY untuk terus menggelorakan Pancasila.

"Sejak 2017 kita alokasikan anggaran bersama dengan Kesbangpol DIY untuk program Sinau Pancasila," ujarnya dalam acara 'Ngobrol Parlemen' yang disiarkan langsung oleh Tribun Jogja, Kamis (25/6/2019).

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

Untuk tahun anggaran 2020, Pemda DIY akan kembali menggelorakan program Sinau Pancasila bekerjasama dengan Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan beberapa PTN lain bersama TNI dan Polri.

"Sasaran tahun 2020 adalah generasi milenial sekaligus influencer pada tingkat lokal di kecamatan dan pedesaan total 7800 orang yang akan kita ajak bersama untuk Sinau Pancasila dan harapannya mereka mau jadi tokoh yang terus menerus menyebarkan Pancasila di tingkat wilyah masing-masing," lanjutnya.

Selain itu DPRD DIY juga memiliki program bersama Diskominfo DIY yakni literasi media sosial yang menyasar 4.500 orang.

Program ini, selain mengkampanyekan anti hoaks juga mengkampanyekan bagaimana bijak dalam bermedia sosial.

Watimpres Pilih Yogyakarta Sebagai Lokasi Kajian Pengembangan Demokrasi Pancasila

"Salah satunya adalah sosial media yang Pancasilais yang memiliki budi pekerti. Di mana jari-jari ini perlu dilatih untuk tidak melanggar UU ITE  sekaligus untuk melawan berbagai gerakan dari paham teroris yang menggunakan media sosial sebagai alat propaganda," jelasnya.

Pihaknya berharap, dari gerakan inilah Yogyakarta menjadi pelopor pelaksanaan Pancasila, pelopor Bhinneka Tunggal Ika dan pelopor tindakan perlawanan terhadap radikalisme dan terorisme.

"Kita ingin mewujudkan Yogyakarta sebagai pilar penjaga Pancasila dan NKRI," terangnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi menambahkan program menggelorakan Pancasila ini sangat penting.

"Satu hal yang kita ingat, persatuan itu adalah sesuatu yang paling mahal dari yang termahal yang kita miliki sebagai bangsa dan pemersatu itu adalah Pancasila. Jika Pancasila di cabik-cabik maka habislah bangsa. Oleh karena itu kita harus pertahankan dengan cara menggelorakan kembali Pancasila," tuturnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved