Bantul

Bantul Perlu Tingkatkan Populasi Sapi Dua Kali Lipat

Kabupaten Bantul sejauh ini masih menjadi penyedia kebutuhan daging sapi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Suasana pembukaan Gelar Potensi Peternakan di Pasar Hewan Imogiri 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul sejauh ini masih menjadi penyedia kebutuhan daging sapi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan jumlah populasi sapi 60.000 ekor, kebutuhan daging masyarakat masih dapat terpenuhi.

Namun ternyata jumlah itu masih jauh dari target yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menilai, Bantul paling tidak harus meningkatkan populasi sapi dua kali lipat.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

"Kita punya mimpi jadi lumbung pangan dunia tahun 2045. Harus ada langkah yang ditempuh. Kalau sekarang 60.000, besok 120.000 populasi baru bisa terwujud," kata Ketut saat ditemui Tribunjogja.com usai menghadiri pembukaan Gelar Potensi Peternakan di Pasar Hewan Imogiri, Rabu (24/7/2019) siang.

Lanjutnya, Indonesia memiliki 540 kabupaten dan kota, jika dua pertiganya saja sudah punya populasi sejumlah itu, target lumbung pangan bisa terpenuhi.

Namun masih ditemui banyak kendala untuk menambah populasi sapi.

Satu di antaranya yakni soal manajemen peternak.

"Kendalanya, orang menganggap beternak sebagai sampingan. Padahal kalau mau untung, petani harus profit oriented," paparnya.

Resep Masakan Gulai Sapi Lemak Lengkap dengan 7 Tahapan Cara Masak

Peternak harus fokus mengembangbiakkan sapi-sapi yang berkualitas.

Selanjutnya, yakni menghentikan pemotongan sapi betina produktif.

"Kita harus mengerem pemotongan sapi betina. Karena itu sumber produksi sapi," terangnya.

Ketut melanjutkan, upaya khusus (upsus) SIWAB (sapi indukan wajib bunting) juga harus terus dilakukan untuk menghasilkan sapi-sapi berkualitas baik.

"Peternak harus berpikir bagaimana sapi harus unggul. Maka Kementerian Pertanian memberi straw (semen beku) gratis dan ongkos suntik gratis," jelasnya.

Upsus SIWAB di Bantul juga masih terus berjalan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved