Jawa

12 WNA Kasus Cyber Crime Tinggal Tunggu Waktu Diadili

Ada sebanyak 40 WNA yang ditangkap di Semarang beberapa waktu lalu karena diduga melakukan penipuan dan pemerasan melalui dunia maya.

12 WNA Kasus Cyber Crime Tinggal Tunggu Waktu Diadili
Istimewa
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS, Selasa (23/7/2019) di sela pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat Kota Magelang di RM Kebon Semilir, Kota Magelang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memproses hukum 12 Warga Negara Asing (WNA) yang terkait dalam kasus kejahatan siber atau Cyber Crime.

Ada sebanyak 40 WNA yang ditangkap di Semarang beberapa waktu lalu karena diduga melakukan penipuan dan pemerasan melalui dunia maya.

"Imigrasi telah menangkap 40 orang asing di Semarang beberapa bulan yang lalu atas kasus Cyber Crime. Jadi mereka mengontrak rumah di Semarang untuk melakukan kejahatan tersebut. Ada 28 orang berwarga negara China dan 12 dari Taiwan. 12 diantaranya telah kami proses," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jateng, Ramli HS, Selasa (23/7/2019) di sela pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat Kota Magelang di RM Kebon Semilir, Kota Magelang.

Salah Gunakan Izin Imigrasi, 70 WNA Dideportasi oleh Kemenkumham Jawa Tengah

Ramli mengatakan, modus mereka dengan mengontrak rumah di Semarang.

Di rumah tersebut, mereka melakukan kegiatan-kegiatan siber. Petugas imigrasi mencurigai aktivitas mereka yang begitu sering di bandara.

“Mareka berdomisili di Semarang kontrak di satu rumah. Mereka melakukan kegiatan-kegiatan cyber, informasi didapat oleh Imigrasi didasarkan pada pembuntutan karena mobilitas mereka begitu sering melalui bandara,” katanya.

Dari sebanyak 40 WNA yang tertangkap, imigrasi telah melakukan tindakan pro justicia terhadap 12 orang warga negara asing (WNA).

Ke-12 WNA tersebut kini tinggal menungu jadwal sidang.

Sementara itu, 28 orang lainnya diserahkan menuju Direktorat Jenderal Keimigrasian di Jakarta.

Hal ini karena mereka tidak memiliki dokumen saat ditangkap.

Identitas Anggota Brimob yang Disebut Polisi Impor Terungkap, Bukan WNA Tapi Asli Tanah Manado

“Sekarang yang 12 orang sedang kita proses pro justisia dalam waktu dekat ini akan sidang. Sementara sisanya, mereka tidak mempunyai dokumen. Kami kirim ke Jakarta agar memudahkan penerbitan dokumennya dan perwakilannya untuk akses mereka itu bertemu dengan keluarganya lebih cepat,” kata Ramli.

Untuk diketahui, Jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah menangkap 40 orang warga negara asing di rumah mewah di Semarang, pada Kamis (18/4/2019) lalu.

Mereka terdiri dari 28 warga China dan 12 warga Taiwan. Di rumah yang mereka swa tersebut mereka melakukan kejahatan siber atau Cyber Crime.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved