Tak Setiap Gempa Megathrust Timbulkan Tsunami, Begini Penjelasan Pakar dari BMKG

wilayah Pantai Selatan (Pansela) Jawa-Bali berpotensi mengalami gempa megathrust dengan magnitudo 8,8.

Tak Setiap Gempa Megathrust Timbulkan Tsunami, Begini Penjelasan Pakar dari BMKG
bmkg.go.id
Data gempa terakhir yang dirilis BMKG pada Sabtu (20/07/2019) 

Informasi soal potensi gempa besar mencapai 8,8 magnitudo di pantai selatan Jawa dan tsunami DI Yogyakarta yang bisa mencapai 20 meter sedang meresahkan warga. Salah satu penggunggah di Instagram, @Makassar_info, menyebut bahwa informasi itu didasarkan pada kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Widjo Kongko.

Dikonfirmasi oleh Kompas.com, Jumat (19/7/2019), Widjo berkata bahwa kajian mengenai potensi gempa di pantai selatan Jawa memang disampaikan BPPT dalam agenda Table  Top Exercise (TTX) atau gladi ruang untuk rencana gladi lapang penanganan darurat tsunami.

Dalam kajian itu, wilayah Pantai Selatan (Pansela) Jawa-Bali berpotensi mengalami gempa megathrust dengan magnitudo 8,8. Dengan magnitudo tersebut, ada potensi  gelombang tsunami setinggi 20 meter dengan jarak rendaman 3-4 kilometer.  Gelombang ini bisa mencapai Pansela DI Yogyakarta dalam 30 menit.

Peta Pertemuan Lempeng Bumi di Wilayah Indonesia (garis warna merah) yang menyebabkan Indonesia menjadi Wilayah Potensial Gempa Tektonik.
Peta Pertemuan Lempeng Bumi di Wilayah Indonesia (garis warna merah) yang menyebabkan Indonesia menjadi Wilayah Potensial Gempa Tektonik. (RISTEK.go.id)

1. Sudah dicatat sejarah

Dosen Teknik Geofisika, FTTM – ITB Zulfakriza Z menulis dalam artikel kolomnya untuk Kompas.com, 27 Januari 2018 bahwa beberapa setidaknya ada delapan kejadian gempa
merusak Jawa yang tercatat dalam buku Indonesian’s Historical Earthquake publikasi Geoscience.

Gempa-gempa ini terjadi pada tahun 1699 (Jawa dan Sumatra), 1780 (Jawa Barat dan Sumatra), 1815 (Jawa, Bali dan Lombok), 1820 (Jawa dan Flores), 1834 (Jawa Barat),
1840 (Jawa Tengah dan Timur), 1847 (Jawa Barat dan Tengah) dan 1867 (Jawa dan Bali).

Untuk tsunami, Eko Yulianto selaku pelacak jejak tsunami purba dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia berkata bahwa tidak ada catatan sejarah tentang tsunami besar di
selatan Jawa.

Dilansir dari artikel Kompas.com, 15 Februari 2019; Eko berkata bahwa yang tercatat hanya pada tahun 1800-an dan 1921, tetapi itu pun masih tergolong tsunami kecil.

Meski demikian, dia juga berkata bahwa karena daerah selatan Jawa merupakan kawasan zona subduksi, besar kemungkinan akan terjadi gempa-gempa berkekuatan besar yang
bisa menimbulkan tsunami.

2. Megathrust dalam gempa dan tsunami besar

Halaman
123
Editor: iwe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved