Seru, Pejabat Pemkot Yogya Ber-fashion Show Di Plaza SO1 Maret

Pemerintah Kota Yogyakarta terus berkomitmen dalam memajukan dan mengembangkan berbagai potensi industri kreatif.

Seru, Pejabat Pemkot Yogya Ber-fashion Show Di Plaza SO1 Maret
Istimewa
Pejabat Pemkot Yogyakarta melakukan fashion show di gelaran Gaya Jogja.

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berkomitmen dalam memajukan dan mengembangkan berbagai potensi industri kreatif khususnya dari pelaku usaha kecil mikro di Kota Yogya.

Hal ini dibuktikan Pemkot Yogya dengan menggelar pameran Gebyar Karya Jogja atau Gaya Jogja yang bertujuan mengangkat potensi kerajinan dan ekonomi kreatif usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Yogya.

Dalam event tersebut terdapat 70 stand yang terdiri dari 25 stand binaan dari Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogya, 20 stand binaan Dinas Pariwisata Kota Yogya, dan 25 stand binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogya.

Dalam pembukaan pameran tersebut, Wakil Walikota bersama seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta tampil layaknya peragawan dan peragawati dengan berlenggak-lenggok di catwalk sembari menampilkan busana karya pelaku UMKM di Kota Yogyakarta.

Busana yang ditampilkan pun cukup beragam mulai dari batik dan lurik atau kombinasi keduanya.

Selain batik tradisional khas Yogyakarta, juga ditampilkan batik yang dibuat dengan teknik shibori, jumputan hingga ecoprint yang menampilkan warna-warna alam.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan event tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Yogya dalam mengembangkan berbagai potensi industri kreatif khususnya dari pelaku usaha kecil mikro di wilayah Kota Yogya. 

“Ada banyak potensi yang dimiliki pelaku usaha kecil mikro yang bergerak di industri kreatif. Misalnya di fashion,” kata Wawali di sela pembukaan Gaya Jogja di Yogyakarta, Kamis, (11/7/2019).

Menurut Wawali kualitas batik dan lurik yang ada tidak kalah saing dengan kualitas produk fashion lain.

"Batik dan lurik akan dikenakan sebagai pakaian kerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, misalnya setiap Jumat mengenakan lurik, atau bisa mengenakan batik shibori, jumputan hingga ecoprint,” katanya

Halaman
12
Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved