Kota Magelang

Kemarau di Kota Magelang, Waspadai Debit Sumber Air Turun

Kendati mengalami penurunan, suplai atau ketersediaan air untuk masyarakat dipastikan masih mencukupi.

Kemarau di Kota Magelang, Waspadai Debit Sumber Air Turun
istimewa
Pelanggan datang ke Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang di Jalan Veteran Nomor 8, Kota Magelang, Kamis (11/7). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Debit sumber mata air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang berpotensi mengalami penurunan sebesar 30 persen selama musim kemarau.

Kendati mengalami penurunan, suplai atau ketersediaan air untuk masyarakat dipastikan masih mencukupi.

Direktur PDAM Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho, mengatakan, sumber air tersebut yakni sumber air Kalegen, di Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, dan sumber air Wulung di Dusun Wulung, Desa Banjarsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Kedua sumber air tersebut memiliki debit sumber sebesar 100 liter per detik.

Memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, debit memang mengalami penurunan sebesar 30 persen.

Dari semula 100 liter per detik menjadi 70 liter per detik.

Pemerintah Amerika dan Swiss Sokong Peningkatan Kinerja PDAM Kota Magelang

"Seperti di Kalegen dan Wulung, debit sumber sebesar 100 liter per detik, sekarang jadi 70 liter per detik. Turun sebesar 30 persen. Namun, penurunan itu hanya debit sumber yang berkurang, dan meskipun berkurang, tetap masih mencukupi," ujar Haryo, Kamis (11/7/2019) saat ditemui di Kantor PDAM Kota Magelang.

Berbeda dengan dua sumber air yang lain yakni di Sumber Mata Air Kanoman di Dusun Sudimoro, Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, dan Sumber Mata Air Tuk Pecah di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara.

Kedua sumber mata air tersebut masih menyimpan air yang cukup meski kemarau.

Halaman
123
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved