Kota Magelang
Kemarau di Kota Magelang, Waspadai Debit Sumber Air Turun
Kendati mengalami penurunan, suplai atau ketersediaan air untuk masyarakat dipastikan masih mencukupi.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Debit sumber mata air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang berpotensi mengalami penurunan sebesar 30 persen selama musim kemarau.
Kendati mengalami penurunan, suplai atau ketersediaan air untuk masyarakat dipastikan masih mencukupi.
Direktur PDAM Kota Magelang, Muh Haryo Nugroho, mengatakan, sumber air tersebut yakni sumber air Kalegen, di Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, dan sumber air Wulung di Dusun Wulung, Desa Banjarsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
Kedua sumber air tersebut memiliki debit sumber sebesar 100 liter per detik.
Memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, debit memang mengalami penurunan sebesar 30 persen.
Dari semula 100 liter per detik menjadi 70 liter per detik.
• Pemerintah Amerika dan Swiss Sokong Peningkatan Kinerja PDAM Kota Magelang
"Seperti di Kalegen dan Wulung, debit sumber sebesar 100 liter per detik, sekarang jadi 70 liter per detik. Turun sebesar 30 persen. Namun, penurunan itu hanya debit sumber yang berkurang, dan meskipun berkurang, tetap masih mencukupi," ujar Haryo, Kamis (11/7/2019) saat ditemui di Kantor PDAM Kota Magelang.
Berbeda dengan dua sumber air yang lain yakni di Sumber Mata Air Kanoman di Dusun Sudimoro, Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, dan Sumber Mata Air Tuk Pecah di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara.
Kedua sumber mata air tersebut masih menyimpan air yang cukup meski kemarau.
"Kalau di Tuk Pecah dan Kanoman memiliki sifat yang beda. Musim kemarau, musim hujan, air tetap tercukupi di dua sumber mata air itu," tutur Haryo.
Untuk menampung air lebih banyak, PDAM Kota Magelang pun bakal menambah bak penampungan air di kawasan Gunung Tidar sebesar 2.000 meter kubik.
PDAM Kota Magelang sendiri telah memiliki satu bak penampungan di sana dengan kapasitas 1.000 meter kubik.
"Kapasitas bak penampungan di Tidar hanya sebesar 1.000 meter kubik. Untuk mengisi membutuhkan waktu empat jam, kalau dibuka, dua jam sudah habis. Untuk itu, bagaimana kalau kita bikin bak penampungan sendiri. Rencana kita bikin sebesar 2.000 meter kubik, Walikota sendiri sudah mengizinkan. Setelah jadi nanti, kita punya tampungan 3.000 meter kubik," kata Haryo.
• Terdampak Kekeringan Gunungkidul, Warga Desa Tileng Manfaatkan Air Bocoran Pipa PDAM
PDAM Kota Magelang sendiri melayani 31.533 pelanggan, terdiri dari 27.350 pelanggan di wilayah Kota Magelang, dan 4.183 pelanggan di wilayah Kabupaten Magelang (Bandongan, Secang, Mertoyudan, dan kecamatan lain).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pelanggan-datang-ke-kantor-perusahaan-daerah-air-minum-pdam-kota-magelang.jpg)