Pendidikan

Gemilpah, Solusi Memilah Sampah Buatan Mahasiswa UGM

Untuk mekanisme kerja alat dimulai ketika sampah masuk kamera akan langsung mengidentifikasi jenis sampah seusai pola gambar.

Gemilpah, Solusi Memilah Sampah Buatan Mahasiswa UGM
Istimewa
sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Faiz Miftakhur Rozaqi, Isfan Chairuman Nasution serta Ma'ruf Hasan mengembangkan alat pemisah sampah otomatis yang dinamai Gemipah. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sampai dengan saat ini, belum banyak masyarakat yang melakukan pemilahan sampah rumah tangga.

Padahal, sampah yang bercampur ini bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, sampai dengan penurunan kesuburan tanah serta pencemaran lingkungan.

Untuk itu, sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Faiz Miftakhur Rozaqi, Isfan Chairuman Nasution serta Ma'ruf Hasan mengembangkan alat pemisah sampah otomatis yang dinamai Gemipah.

Jadikan Sampah Lebih Bernilai Ekonomis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ide ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya masyarakat yang belum melakukan pemilahan sampah, dan kebanyakan hanya menumpuk di tempat pembuangan sampah.

“Gemilpah ini dilengkapi dengan image processing yang akan membantu proses pengelompokan sampah secara spesifik. Image processsing ini yang nantinya akan bekerja dalam pemilahan sampah," terangnya.

Untuk mengenali jenis-jenis sampah menggunakan pola-pola gambar yang telah dihimpun komputer.

Pola gambar akan diterjemahkan kedalam data alogaritma, lalu memerintahkan untuk melakukan tindakan pemilahan sampah.

"Prototipe pemilah sampah otomatis ini memiliki ukuran 60x60x50 cm. Dalam satu wadah terdapat tiga tempat sampah berdasarkan jenis sampah, yakni botol, gelas, serta peralatan makan seperti sendok, garpu, dan pisau," terangnya.

Masih Marak Masyarakat yang Buang Sampah ke Sungai Picu Penurunan Kualitas Air di Gunungkidul

Untuk mekanisme kerja alat dimulai ketika sampah masuk kamera akan langsung mengidentifikasi jenis sampah seusai pola gambar.

Selanjutnya, dilakukan penerjemahan di bagian image processing dan memprosesnya kemudian memberikan respons untuk membuka salah satu jenis tutup sampah.

“Jadi, komputer akan mendeteksi termasuk jenis sampah mana yang masuk, apakah botol, gelas, atau peralatan makan. Lalu, tutup gemilpah akan membuka sesuai jenis sampahnya,” terangnya.

Selanjutnya, tempat sampah dibuat terhubung dengan plastik pelapis di bagian bawah sehingga memudahkan penyaluran ke tempat-tempat pengolahan.

Dengan metode ini sampah bisa dikemas sesuai tujuan pengolahannya nantinya.

“Penggunaan satu wadah ini dapat menghemat tempat, memudahkan masyarakat dalam membuang dan memilah sampah sekaligus memaksimalkan proses pengelolaan sampah,” ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved