Cerita 'Bau Ikan Asin' Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua yang Membawa Mereka Jadi Tersangka

Polisi menjemput Galih Ginanjar yang saat itu tengah menginap di sebuah hotel di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Cerita 'Bau Ikan Asin' Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua yang Membawa Mereka Jadi Tersangka
(KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG )
Galih Ginanjar saat menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Galih Ginanjar ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Metro Jaya atas kasus video asusila soal bau ikan asin.

Setalah menyandang status tersangka, polisi menjemput Galih Ginanjar.

Polisi menjemput Galih Ginanjar yang saat itu tengah menginap di sebuah hotel di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Penjemputan pada pukul 04.00 WIB itu dilakukan untuk melanjutkan pemeriksaan atas Galih.

Pemeriksaan Galih dilanjutkan karena Kamis dini hari itu Rey Utami dan Pablo Benua juga sedang diperiksa polisi hingga ditetapkan sebagai tersangka.

Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua diperiksa polisi terkait pernyataan Galih yang dinilai untuk menghina mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Dalam video itu, Rey Utami menjadi pembawa acara dan melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Galih. Salah satunya mengungkit kehidupan masa lalu Galih bersama Fairuz.

Fairuz kemudian melaporkan kasus video berkonten asusila tersebut ke polisi. Dalam kasus ini, istri Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari juga telah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum Galih Ginanjar, Rihat Hutabarat mengungkapkan alasan mengapa penyidik menjemput kliennya Kamis (11/7/2019) pukul 04.00 di sebuah hotel di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

"Karena (pemeriksaan) ini kan ada kaitannya dengan kasus Rey dan Pablo," ujar Rihat dikutip dari Kompas.com.

Rihat mengatakan, penjemputan pukul 04.00 itu bisa saja dilakukan oleh penyidik.

"Karena memang dalam KUHP itu kan penyidik punya hak 24 jam untuk melakukan pemeriksaan penyidikan," ujar Rihat.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, polisi telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap pemilik akun Youtube atas nama Pablo Benua dan Rey Utami.

Surat penangkapan diterbitkan setelah keduanya ditetapkab sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap artis Fairuz A Rafiq. Mereka menjalani pemeriksaan sejak Rabu (10/7/2019) kemarin.

"(Pablo dan Rey) masih dalam tahap pemeriksaan (sebagai tersangka) di Polda Metro Jaya, sudah penangkapan," kata Iwan. (*)

Editor: dik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved