Bantul

BPBD Bantul Ajukan Permohonan Status Siaga Darurat Kekeringan

Kepala BPBD Bantul Dwo Daryanto mengatakan pengajuan status tersebut didasarkan pada suatu pertimbangan.

BPBD Bantul Ajukan Permohonan Status Siaga Darurat Kekeringan
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Dwi Daryanto mengatakan BPBD Bantul mengajukan surat permohonan status siaga darurat kekeringan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengajukan surat permohonan status siaga darurat kekeringan pada bupati.

Kepala BPBD Bantul Dwo Daryanto mengatakan pengajuan status tersebut didasarkan pada suatu pertimbangan.

Ia mengacu pada surat BMKG bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lama.

Dwi memandang perlunya antisipasi soal kekeringan sebagai dampak kemarau panjang.

Kemendikbud Gelar Internalisasi Nilai Tradisi di Bantul

"Bencana hidrometeorologi ini bisa diprediksi. Sehingga siaga ini persiapan untuk mengantisipasi. Jadi sudah ada hal yang disiapkan seandainya itu benar terjadi," paparnya.

"Surat dari BMKG juga berisi dimungkinkan kemarau tahun ini puncaknya di Agustus-September bahkan Oktober," sambungnya.

Jika sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan, menurutnya dapat mempermudah untuk mengajukan dana jika terjadi kekeringan panjang.

"Memang di beberapa daerah sudah terjadi seperti itu. Nanti pada saat ada kekeringan serempak di Bantul kita sudah ada senjata untuk memohon dana untuk menanggulangi masalah kekeringan," paparnya.

Dwi mengatakan, BPBD Bantul saat ini masih akan memaksimalkan anggaran yang ada yakni sebesar Rp40 juta.

"Kami juga koordinasi dengan provinsi agar siap memback-up. Kami juga mengajukan proposal ke BNPB untuk pemeliharaan dan pembangunan penampungan air," ujarnya.

BPBD Bantul Sebut Sumur Kering di Ngrancah Hal Wajar

Saat ini di Bantul ada sekitar 15-20 desa yang terdampak kekeringan.

"Walaupun tidak semua, tapi yang terdampak sekitar 20.000 KK," ungkapnya.

Realisasi dropping air yang dilakukan BPBD Bantul juga sudah cukup banyak.

Setiap hari minimal 3-4 tangki atau sekitar 20.000 liter air rutin didistribusikan.

Prioritas dropping ini yakni di permukiman warga di Wukirsari, Pleret, Dlingo, dan Piyungan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved