Lifestyle
Normalkah Kangen Mantan meski Pernah Berkali-kali Disakiti?
Bergabung dengan komunitas dan orang-orang yang kita cintai juga akan membantu kita untuk move on.
Menurut antropolog Helen Fisher, cinta bukan emosi melainkan sistem motivasi atau dorongan yang menjadi bagian dari sistem penghargaan otak.
Dan, semua hubungan di masa lalu telah dipandu oleh sistem penghargaan di otak yang akhirnya membuat kita masih terbayang-bayang akan kenangan indah bersama mantan.
Setelah putus, area segmental ventral otak diaktifkan dan meningkatkan dopamin, yang bertanggung jawab atas proses berpikir obsesif dan berulang.
• 3 Cara Mengintip Instagram Story Tanpa Ketahuan, Yang Suka Kepo Mantan Wajib Mencoba
Hal in akan membuat kita merasakan tidak ada cinta sejati di dunia ini dan tak ada gunanya lagi membuka hati untuk cinta yang baru.
Sebaliknya, memahami dari mana perasaan ini berasal dapat membantu kita untuk move on dan melupakan kenangan bersama mantan.
Penelitian yang dilakukan ahli saraf dari University Columbia juga membuktikan, otak memproses kandasnya jalinan asmara di wilayah yang sama dengan rasa sakit fisik.
Namun, bukan berarti putus cinta menyebabkan rasa sakit fisik yang sebenarnya.
Sebaliknya, otak memberi sinyal keduanya adalah peristiwa penting yang harus diperhatikan.
Menyadari jika pikiran dan perasaan ini adalah hal normal juga sangat membantu.
Bagaimanapun juga, bahan kimia ini akan berkurang seiring berjalannya waktu.
Jadi, rasa kehilangan itu hanya bersifat sementara.
Cobalah menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga.
Bergabung dengan komunitas dan orang-orang yang kita cintai juga akan membantu kita untuk move on.
Saat bersama banyak orang yang memberi dukungan, otak akan menghasilkan lebih banyak opioid, horman yang aka membuat kita merasa baik.
Jadi, hindarilah menyendiri atau merenungi nasib saat kita baru saja mengalami momen putus cinta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-patah-hati-2.jpg)