Lifestyle

Normalkah Kangen Mantan meski Pernah Berkali-kali Disakiti?

Bergabung dengan komunitas dan orang-orang yang kita cintai juga akan membantu kita untuk move on.

Normalkah Kangen Mantan meski Pernah Berkali-kali Disakiti?
bingokid via kompas.com
Ilustrasi patah hati 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebagian orang harus mengalami patah hati, meski telah menjalin asmara selama bertahun-tahun.

Bahkan, ada yang masih terngiang-ngiang akan bayangan sang mantan, meski berkali-kali telah disakiti.

Itu hal yang wajar terjadi dan bukan hal yang memalukan, karena ada banyak hal yang dilewatkan setelah kisah cinta berakhir, terlepas dari siapa yang mengakhirinya atau mengapa hubungan itu harus berakhir.

Berpisah dengan orang yang pernah mengisi hari-hari kita memang berat.

Menurut psikolog berlisensi Dr Wyatt Fisher, otak mengalami gejala penarikan besar-besaran yang hampir identik dengan pecandu heroin yang berhenti mengonsumsinya saat berpisah dari orang yang kita cintai.

"Setelah putus, orang-orang biasanya mengalami gejala penarikan sekitar enam bulan dan harus meningkatkan perawatan diri mereka," ucap dia.

Jual Motor Milik Pacar Lewat Facebook, Pelarian Pria Asal Jakarta Ini Berakhir di Penjara

Jika mantan telah menjadi bagian besar dalam hidup kita, hal yang normal jika kita masih sering merindukannya.

Butuh waktu untuk melupakannya.

Jadi, saat kita dalam proses untuk move on, jangan panik jika tiba-tiba bayangan tentangnya kembali datang menghantui kita.

Ketika pertama kali memulai suatu hubungan, amigdala dan korteks prefrontal di otak mati.

Halaman
1234
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved