Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ker Yogyakarta Turun Hingga 30 Persen

Tiket pesawat yang mahal ini menjadi pembatas wisatawan untuk menuju destinasi wisata di Yogyakarta.

Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ker Yogyakarta Turun Hingga 30 Persen
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja, menyebut mahalnya tiket pesawat berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan di DIY. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mahalnya tiket pesawat ternyata berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja mengatakan, tiket pesawat yang mahal ini menjadi pembatas wisatawan untuk menuju destinasi wisata di Yogyakarta.

"Tiket mahal ini menjadi barrier untuk mendatangkan wisatawan kita karena penerbangan itu cukup banyak pengaruhnya," jelas Singgih.

Penurunan kunjungan ini tak hanya wisatawan domestik saja tapi juga wisatawan mancanegara.

Penurunan kunjungan wisatawan melalui udara ini kata Singgih mencapai 25-30 persen.

"Tak hanya domestik tapi juga mancanegara, pada saat liburan mereka sudah sampai Jakarta atau Bali tapi melihat tiket mahal mereka berpikir ulang untuk ke tempat lain," katanya.

Target wisatawan mancanegara di DIY tahun 2019 yakni 400.000 wisatawan.

Sedangkan untuk domestik 6 juta wisatawan.

Sementara capaian tahun lalu, jumlah wisatawan manca negara mendekati 400.000 dan wisatawan domestik sejumlah 5,5 juta.

Target kunjungan tahun ini pun tidak naik terlalu banyak karena tiket mahal tersebut.

Dinas Pariwisata DIY menghitung jumlah wisatawan tersebut berdasar wisatawan yang menginap di hotel bintang dan non bintang.

"Kita tidak menghitung per destinasi karena pasti banyak sekali," jelasnya.

"Ada wisatawan yang datang pagi malam pulang. Ini menjadi tantangan kami, agar mereka stay semalam dua malam di sini dengan memberi atraksi wisata malam hari," ujarnya.

Sementara itu di Bantul, Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo sebelumnya mengatakan kunjungan wisatawan manca negara ke Bantul masih kalah banyak dibanding Kota Yogyakarta dan Sleman.

"Persentasenya kecil hanya lima persen, lebih banyak wisatawan domestik," sambungnya. (*)

Penulis: amg
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved