Kota Yogya

Jembatan Ngampilan Segera Dilebarkan

Proyek sebesar Rp 2,8 miliar tersebut merupakan jembatan di permukiman warga yang digunakan untuk menghubungkan sisi barat dan timur wilayah.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tahun ini rencananya Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta akan menyelesaikan dua proyek jembatan.

Satu di antaranya yakni jembatan Gembira Loka sudah dalam proses pengerjaan sementara sisanya yakni jembatan Ngampilan sedang dalam tahap lelang.

Kepala Bidang Binamarga DPUPKP Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti menjelaskan untuk jembatan Ngampilan bukanlah jembatan besar di jalan yang padat kendaraan.

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Proyek sebesar Rp 2,8 miliar tersebut merupakan jembatan di permukiman warga yang digunakan untuk menghubungkan sisi barat dan timur wilayah.

"Jembatan Ngampilan ada di belakang Kantor Arsip. Ia menghubungkan antar kampung. Peningkatan jembatan ini dilakukan guna mendukung penataan kawasan kumuh," bebernya pada Tribunjogja.com, Jumat (28/6/2019).

Umi menambahkan, jembatan Ngampilan saat ini sudah ada namun tidak terlalu lebar sehingga hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua.

"Ini ditingkatkan agar roda empat bisa masuk. Saat ini ambulans dan mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk. Kita buat akses agar masalah kawasan kumuh dapat diselesaikan," urainya.

Sementara itu, proses pengerjaan jembatan Gembira Loka terus dilakukan.

Rencananya jembatan tersebut akan dibuat sebagai ikon gerbang masuk Kota Yogyakarta di sisi timur.

Jembatan Ambarrukmo Siap Digunakan pada Agustus 2019

Sebelumnya, Umi mengatakan bahwa jembatan lama yang selama ini mati akan segera berfungsi.

Sesuai target jembatan akan rampung pada Desember 2019 ini.

"Harapannya sebelum Desember sudah bisa beroperasi," tuturnya.

Lebar jembatan yang dikerjakan di Gembira Loka tersebut adalah 7 meter dengan panjang 46 meter.

Pengerjaan tersebut disebutkan Umi tidak akan menganggu arus lalu lintas di sisi jalan, terutama lalu lalang di Jalan Kusumanegara yang tergolong padat.

"Jembatan yang baru ini akan memiliki konstruksi beton. Berbeda dengan sisi utara yang merupakan baja. Dua hingga tiga tahun jembatan sisi utara akan dibangun karena telah masuk konstruksi tua. Jadi aksesnya nanti akan beralih menggunakan jembatan sisi selatan," tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved