Pendidikan
Dorong Kreativitas Mahasiswa, AKS 'AKK' Gelar Karya Cipta Rias dan Boga
Gelar Karya Cipta merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa semester 6 yang mengambil mata kuliah karya cipta Boga dan rias.
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai kampus berbasis keterampilan, Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) AKK terus berupaya untuk meningkatkan keahlian para mahasiswanya.
Diperlukan sebuah event yang mampu mendorong kreativitas.
Satu di antaranya event bertajuk Gelar Karya Cipta Rias dan Boga di Jogja City Mall, Sabtu (22/6/2019) lalu.
Direktur AKS-AKK, Prihatin Saraswati menambahkan, Gelar Karya Cipta merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa semester 6 yang mengambil mata kuliah karya cipta Boga dan rias.
• 5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece
Tujuan barang tentu supaya mahasiswa dapat mengasah ide kreatif dalam menciptakan karya terbaiknya yang berhubungan dengan karya inovasi dalam bidang Boga dan rias.
Saraswati menambahkan, gelar karya cipta mengambil tema “Mutiara Khatulistiwa” yang bermakna mutu manikam sepanjang khatulistiwa yang berarti mempunyai berbagai potensi alam dan budaya yang sangat indah di sepanjang khatulistiwa.
“Apabila kita kembangkan akan menjadi kekuatan yang luar biasa yang dapat menjadi andalan Indonesia,” terangnya lewat keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Rabu (26/6/2019).
Hal ini, lanjut Saraswati, telah sesuai dengan Visi AKS-AKK yaitu menjadi akademi yang berperan aktif dalam mengembangkan sumber daya yang berbasis budaya dan kearifan lokal.
"Sehingga dalam semua pembelajaran di AKS-AKK khususnya pada pola dan tata rias mengacu pada visi tersebut dalam menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi nasional dengan integritas yang tinggi yang dapat berkiprah pada tingkat global," bebernya.
• Sebanyak 17 Guru dan Tenaga Kependidikan DIY Akan Ikuti Lomba GTK PAUD dan DIKMAS
Sementara itu, Pembantu Direktur 1 Bidang Akademik dan Dosen Pengampu Tata Boga Nur Wahyuni SPd MPd gelar menjelaskan, Cipta Boga Pada kesempatan ini mengangkat tema “Pesona Jajanan Zamrud Khatulistiwa”.
Karya Cipta Boga dan Rias diikuti oleh 38 mahasiswa yang terdiri dari 23 mahasiswa Boga dan 15 mahasiswa Rias.
Mahasiswa Tata Boga membuat karya cipta dalam mengembangkan produk jajanan tradisional yang memberikan sentuhan kekinian tanpa menghilangkan ciri khas Indonesia.
“Harapan dari tema ini masyarakat dapat lebih mengenal dan menyukai jajanan tradisional terutama pada generasi Y dan Z sehingga masyarakat dapat lebih mencintai budayanya melalui jajanan tradisionalnya dalam gempuran makanan dari dunia Global yang terus masuk di negara kita sebagai konsekuensi perkembangan ekspansi dunia global,” paparnya.
Dosen Pengampu Prodi Tata Boga Titik Sulistyani SPd MM mengatakan, apabila generasi saat ini mulai terus dikenalkan dan disosialisasikan secara terus-menerus dengan jajanan tradisional maka generasi tersebut akan menyukai dan mencintai jajanan tradisional yang nantinya akan menjadi modal budaya dan kearifan lokal pada bidang kuliner di tingkat global.
“Makanan Indonesia yang diakui dunia masih sangat terbatas dalam daftar Worlds 50 Most Delicious food versi CNN International. semoga dengan Gelar Karya Cipta Boga pada kesempatan ini jajanan tradisional akan terus berkembang untuk digemari bangsanya sendiri dan digemari masyarakat di tingkat Global sehingga bangsa Indonesia mempunyai integritas yang tinggi dalam mempertahankan identitas budayanya,” katanya.
• Kisah Mahasiswa Jalani Sidang Skripsi Tingkat Dewa Diuji Langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dorong-kreativitas-mahasiswa-aks-akk-gelar-karya-cipta-rias-dan-boga.jpg)