Gedung Pusat Kebudayaan Akan Dibangun di Kampung Ketandan Yogyakarta
Pemda DIY, kata dia, saat ini sedang serius dalam menindaklanjuti kerjasama dengan Tiongkok.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gedung Pusat Kebudayaan yang menandai sister province antara DY dengan Shanghai, Tiongkok, tengah disiapkan di Ketandan, Yogyakarta.
Penyiapan ini bertujuan untuk lebih mengakomodasi kerjasama antara kedua belah pihak yang sudah terjalin selama lima tahun terakhir.
Sekda DIY, Gatot Saptadi menjelaskan, dalam Gedung Pusat Kebudayan inilah nantinya kebudayaan, pendidikan, perdagangan dan segala hal yang mendukung kerjasama tersebut akan dipusatkan.
Pemda DIY, kata dia, saat ini sedang serius dalam menindaklanjuti kerjasama dengan Tiongkok.
"Terkait hal tersebut saat ini DIY telah menyiapkan bangunan untuk mewadahi aktivitas Yogyakarta – Shanghai," ujarnya, akhir pekan lalu.
Hal tersebut dikatakan oleh Gatot seusai pertemuan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Nasional RRT, Ji Bingxuan dengan didampingi oleh Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian beserta rombongan mengunjungi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Sabtu (22/06) di Gedhong Jene, Keraton Yogyakarta.
Rombongan tersebut disambut oleh Mantu Dalem, KPH Notonegoro untuk kemudian diantarkan menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY yang didampingi oleh Sekda DIY, Gatot Saptadi, Staf Ahli Gubernur DIY bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Umar Priyono serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu DIY, Arief Hidayat.
Pertemuan ini membahas mengenai progres kerjasama antara DIY dan Tiongkok yang terbilang cukup bagus progresnya serta menjajaki kemungkinan kerjsama yang lain.
Mengenai keberlanjutan program sister province DIY – Shanghai ini Gatot menyampaikan, Gubernur DIY memberikan perhatian yang besar kepada keberlangsungan kerjasama yang telah terjalin selama lima tahun ini.
“Jadi Beliau (Gubernur DIY) menyampaikan untuk lebih di-push lagi kerjasamanya agar lebih konkret,” jelas Gatot.
Gatot menyampaikan bahwa saat ini secara temporer seni budaya DIY sering dikirim dan ditampilkan di Tiongkok untuk menegaskan eksistensi DIY.
Namun, untuk bentuk permanen seperti bangunan di Tiongkok, saat ini sedang dirintis.
"Diharapkan pihak Tiongkok untuk lebih mengenalkan DIY kepada seluruh masyarakatnya, " ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jelang-imlek-kampung-ketandan-yogyakarta-masih-sepi.jpg)