Gunungkidul

Hanya 3 yang Positif Antraks dari 48 Sampel yang Dikirim Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul

Hasil tes antraks terhadap 48 sampel yang dikirim oleh Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Gunungkidul telah keluar.

Hanya 3 yang Positif Antraks dari 48 Sampel yang Dikirim Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hasil tes antraks terhadap 48 sampel yang dikirim oleh Dinas Pertanian dan Pangan kabupaten Gunungkidul telah keluar.

Yakni, 45 sampel terbukti negatif antraks sedangkan 3 sisanya positif terkena antraks.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, pengujian terhadap ke 48 sampel tersebut bertujuan untuk mencegah persebaran bakteri antraks.

Pemkab Sleman Sosialiasi Kebijakan Penanganan Antraks

"48 sampel dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates dan hanya 3 yang positif antraks. Tiga sampel yang positif antraks kesemuanya berasal dari sampel tanah di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Karangmojo," katanya, Kamis, (20/6/2019).

Ia menegaskan saat ini kasus antraks yang ditemukan di Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Karangmojo belum menyebar ke daerah lainnya.

Dirinya berharap antraks tidak sampai menyebar kedaerah lain.

"Untuk antisipasi kami menyuntikkan vaksin antibiotik ke ternak-ternak. Setelah penyuntikan ini, akan dilanjutkan pemberian vaksin atraks, tetapi perlu menjadi catatan bahwa hewan ternak harus dalam kondisi sehat," katanya.

Dua Orang di Gunungkidul Dinyatakan Negatif Antraks

Sambung Bambang, hal tersebut dikarenakan jika kondisi hewan ternak tidak sehat saat divaksin maka dapat mengalami kematian.

"Kami juga telah mengirimkan puluhan tenaga untuk mengikuti pelatihan penyutikan vaksin yang benar di BB Veteriner Wates, tidak hanya penyuntikan tetapi juga bagaimana petugas mengamankan dirinya," katanya.

Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan, dalam upaya pencegahan tidak hanya melakukan pemberian antibiotik saja tetapi juga melakukan penyiraman formalin 10 persen ke lokasi ditemukannya antraks.

"Yang bisa membunuh spora antraks formalin 10 persen itu, jika tidak diguyur dengan formalin spora antraks dapat bertahan 80 tahun," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved