DIY Dikunjungi 1,3 Juta Wisatawan Selama Libur Lebaran, Pantai Parangtritis Jadi yang Paling Ramai

Jumlah wisatawan yang datang ke wilayah DIY meningkat selama libur Lebaran 2019 kali ini.

DIY Dikunjungi 1,3 Juta Wisatawan Selama Libur Lebaran, Pantai Parangtritis Jadi yang Paling Ramai
Dokumentasi SAR linmas Parangtritis
Gelombang tinggi. Petugas SAR Linmas Pantai Parangtritis memberikan himbauan kepada wisatawan supaya tidak bermain air ke tengah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah wisatawan yang datang ke wilayah DIY meningkat selama libur Lebaran 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah IStimewa Yogyakarta, Singgih Raharjo, mengatakan kenaikan wisatawan mencapai 15 hingga 20 persen.

"Waktu liburnya memang lebih singkat, sekitar empat hari saja. Sementara tahun 2018 lebih panjang, sekitar enam hari. Dari jumlah wisatawan tetap ada peningkatan, sekitar 15 sampai 20 persen," katanya belum lama ini.

Menurut data Dinpar DIY, selama libur lebaran 2019, ada sekitar 1.320.882 wisatawan yang datang ke DIY.

Berdasarkan data tersebut, kabupaten yang paling banyak didatangi wisatawan adalah Kabpaten Sleman, sekitar 481.959 wisatawan.

Peringkat kedua adalah Bantul dengan 423.359 wisatawan, disusul Gunungkidul sekitar 225.874.

Sementara wisatawan yang datang ke Kulonprogo sekitar 96.738.

Sedangkan Kota Yogyakarta kedaatangan 92.952 wisatawan.

Dari keseluruhan kunjungan, Pantai Parangtritis masih menjadi destinasi favorit.

"Pantai Parangtritis masih jadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Tahun lalu juga Parangtritis. Meski tahun ini ada isu ubur-ubur, tetapi rupanya wisatawan tidak terpengaruh," terangnya.

Ia menilai peningkatan jumlah wisatawan dipengaruhi banyaknya wisatawan yang beralih pada kendaraan pribadi. Apalagi kondisi jalan tol yang sudah baik, terlebih harga tiket pesawat tinggi.

"Biasanya berwisata hanya dua orang dengan memakai pesawat, tapi dengan kendaraan pribadi bisa empat orang. Wisatawan yang datang melalui pintu gerbang Bandara (Adisutjipto) ada penurunan sekitar 20 sampai 25 persen," jelasnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved