BPBD DIY Siap Antisipasi Potensi Bencana Kekeringan saat Puncak Musim Kemarau

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terkait adanya potensi kekurangan air pada puncak musim kemarau

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah melakukan koordinasi dengan BPBD kota maupun kabupaten yang ada di DIY.

Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terkait adanya potensi kekurangan air pada puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi di bulan Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, menjelaskan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan inventarisasi daerah-daerah yang diperkirakan memerlukan droping air berdasarkan data tahun lalu maupun kondisi saat ini.

"Bentuknya adalah inventarisasi daerah-daerah yang diperkirakan akan memerlukan droping, baik berdasar data tahun lalu, maupun kondisi sekarang ini.  Untuk itu BPBD DIY koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, dan BPBD  kabupaten sudah mengambil langkah koordinasi dengan kecamatan dan desa di wilayah masing-masing," terangnya.

Biwara menjelaskan, sampai saat ini sudah ada 2 kabupaten yang mulai melakukan droping air, yakni di Gunungkidul dan Bantul.

Untuk di Gunungkidul setidaknya sudah ada permintaan droping air sejak 1 Juni, di Kecamatan Girisubo, Rongkop dan Paliyan.

Sedangkan di Bantul ada 3 daerah yang juga meminta untuk dilakukan droping air, yakni di Desa Bawuran Kecamatan Pleret, Desa Triharjo Kecamatan Pandak dan Desa Terong Kecamatan Dlingo.

"Sedangkan Kulonprogo Kota dan Sleman belum ada permintaan. Untuk Kulonprogo semoga tidak  sebanyak tahun lalu , karena tahun ini tidak ada penutupan Selokan Mataram sehingga wilayah yang mengalami kekurangan air diharapkan tidak sebanyak tahun lalu," terangnya.

Untuk di Kulonprogo, Dinas Sosial serta BPBD juga sudah menyiapkan armada Tanki serta koordinasi dengan berbagai pihak yang biasa bermitra untuk melakukan droping air, seperti PDAM, Bank BPD, PMI dan yang lainnya.

"BPBD  provinsi juga siap untuk mendukung dan bermitra dengan OPD lain, seperti Dinas Sosials yang mempunyai anggaran untuk droping air. Kita juga menyiapkan armada tanki 2 buah dan SDM operatornya. Begitu pula kalau ada kelompok masyarakat yang akan bermitra, BPBD siap mendukung," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved