Ketika Sosok Target Pembunuhan Justru Memaafkan Kivlan Zen, Yunarto Wijaya: Tak Ada Dendam

Ia bahkan mengatakan secara pribadi dan keluarganya tidak memiliki dendam apapun terhadap mereka yang diduga merencanakan pembunuhan terhadapnya.

Editor: Yoseph Hary W
THINKSTOCKPHOTOS via kompas.com
Ilustrasi penembak jitu 

Ketika Sosok Target Pembunuhan Justru Memaafkan Kivlan Zen, Yunarto Wijaya: Tak Ada Dendam

TRIBUNJOGJA.COM - Yunarto Wijaya menjadi salah satu tokoh atau sosok yang masuk dalam daftar list target pembunuhan yang diduga direncanakan oleh Kivlan Zen.

Mengetahui dirinya dikabarkan menjadi target pembunuhan, Direktur Eksekutif Charta Politika ini justru mengaku telah memaafkan terduga perencana maupun eksekutornya. 

Ia bahkan mengatakan secara pribadi dan keluarganya tidak memiliki dendam apapun terhadap mereka yang diduga polisi sebagai orang yang merencanakan pembunuhan terhadapnya. 

Tribunjogja.com melansir dari kompas.com, disebutkan bahwa Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya sudah memaafkan orang yang berniat untuk membunuhnya.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya (KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)

Menurut polisi, Yunarto menjadi target pembunuhan yang direncanakan Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

"Saya pribadi dan keluarga sudah memaafkan dan tak memiliki dendam apapun baik kepada perencana maupun eksekutor," kata Yunarto kepada Kompas.com, Rabu (12/6/2019).

Misteri Lokasi Tewasnya 9 Korban Kerusuhan 22 Mei, Kesulitan Polri Ungkap Arah Tembak Pelaku

Yunarto mengatakan, menjadi target pembunuhan justru membuat ia belajar kembali tentang kasih.

Memaafkan orang yang memusuhinya justru membuat ia merasa lebih bisa mensyukuri dan menikmati kehidupan.

Yunarto pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif.

Ia mengajak semua pihak mempercayakan proses hukum yang berjalan tanpa diiringi oleh tekanan dan ujaran kebencian dari pihak manapun.

"Kejadian ini harus dilihat bukan dalam konteks keselamatan orang-orang yang ditarget. Tapi bagaimana demokrasi kita yang telah tercemar. Tercemar ujaran kebencian yang tidak bisa 'membunuh' perbedaan. Tercemar dengan aneka rupa kebohongan yang anti terhadap keberagaman," kata dia.

Yunarto menambahkan, permainan politik identitas dalam perhelatan demokrasi harus diakui sering terjadi berbagai negara, meski bukan sesuatu yang diharapkan.

Tetapi, ketika dilumuri dengan berbagai ujaran kebencian dan hoaks, hasil akhirnya adalah terkoyaknya modal sosial sebagai bangsa.

"Ini bukan sekadar untuk disesali, tapi seyogianya menjadi pembelajaran bersama agar tak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang. Karena itu, jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia. Memperkuat persatuan dan merawat kebinekaan dalam satu tarikan nafas sebagai manusia Indonesia," kata dia.

Irfansyah, salah satu tersangka kepemilikan senjata api ilegal, sebelumnya mengaku mendapat perintah dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh Yunarto Wijaya.

Pengakuan Irfansyah disampaikan lewat rekaman video yang diputar Polri dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Jumpa pers itu dilakukan Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjend Sisriadi, dan beberapa pejabat Polri.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Yunarto Wijaya Maafkan Kivlan Zen yang Diduga Berniat Membunuhnya

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved